Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Renungan tentang kebebasan

Bila kita menanyakan apa makna kata bebas menurut anda maka kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. Ada orang yang mengatakan bahwa kebebasan adalah bebas untuk berkelana ke seluruh dunia, melakukan hal-hal menyenangkan tanpa perlu memikirkan tentang uang. Beberapa orang mengatakan bebas adalah dapat berkumpul bersama orang-orang yang sepikiran dan dapat membuat dirinya bebas dalam mengutarakan apa yang ada di pikirannya.

Kebebasan menurut Cambridge Dictionary adalah kondisi dimana kita dapat bertindak tanpa adanya halangan atau hambatan apapun. Dan daripada mengatakan bahwa kebebasan bagi setiap orang itu berbeda, saya lebih senang mengatakan bahwa setiap orang menghargai hal yang berbeda dan karena itulah mereka memiliki definisi kebebasan yang berbeda.

Saat seseorang sedang terjebak dalam hutang, maka makna kebebasan dirinya kemungkinan besar adalah bebas finansial. Bahkan saya menduga alasan topik bebas finansial sangat populer di Amerika adalah karena kebanyakan penduduk Amerika terjerat dalam hutang.

Sedangkan seorang pemuda yang dipaksa ibunya untuk belajar mungkin mengatakan kalau kebebasan adalah kemampuan untuk dapat bermain bersama temannya, menuangkan hobinya, atau melakukan apapun yang ia ingin lakukan.

Dan seperti orang-orang lainnya, kita semua juga memiliki apa yang kita anggap penting saat ini atau sesuatu yang kita ingin lakukan saat ini, namun kita belum dapat menikmatinya karena tertahan oleh suatu hambatan.

Sebagai contohnya ada orang yang ingin memiliki kebebasan finansial, setelah mengikuti seminar dan pelatihan, ia pun mengkonklusikan bahwa untuk mendapatkan hal tersebut ia harus memiliki apa yang dinamakan Passive Income atau penghasilan yang terus mengalir ke kantongnya meski ia tak bekerja. Trainernya mengatakan bahwa ia harus mengalirkan arus kas-nya ke kolom aset daripada ke kolom liabilitas.

Ia pun pulang dari seminar itu dengan wajah senang, dalam dirinya sudah terbayang apa yang ingin ia lakukan setelah mencapai kebebasan finansial, ia ingin pergi ke Eropa dan tak hanya itu, ia juga akan membiayai seluruh keluarganya untuk pergi bersamanya. Setelah sampai ke rumah ia pun berbicara dengan istrinya mengenai semua ilmu yang ia dapatkan dari trainernya ini. Istrinya pun menjawab

"Utang KPR kita belum lunas, gaji pas-pasan, anak sebentar lagi mau kuliah, kamu gak punya pengalaman dalam investasi, emergency fund (uang darurat) kita belum mencukupi, bagaimana mau beli aset?"

Saat itu sang suami yang tadinya semangat langsung lemas karena menyadari bahwa kebebasan finansial yang tadinya terlihat di depan mata menjadi terhalangi dengan semua masalah yang harus ia hadapi sebelum mencapai kebebasan itu. Bila kebebasan dapat dihitung dengan skala 1 - 10 di mana 10 adalah sangat bebas dan 1 adalah sangat tidak bebas maka, Maka perasaan bebas sang suami tiba-tiba berkurang dari 10 menjadi 3.

Cerita di atas sangatlah menarik, karena saat ia pulang dari seminar membawa ilmu-ilmu barunya, saat itu kemungkinan ia merasa bebas meski pada kenyataannya sebenarnya ia memiliki banyak hal yang harus ia benahi dalam kehidupan finansialnya. Sedangkan ia kembali terpenjara dalam ketidak-bebasan saat menyadari bahwa ia ternyata belum bebas.

Perasaan Bebas


Berbeda dengan bebas melakukan sesuatu, perasaan bebas dapat kita rasakan bahkan sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan. Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita kembali ke hal mendasar. Secara sederhana motivasi seseorang terpengaruh oleh 4 hal, Hadiah, Hukuman, Pembatasan dan Pemaksaan. 

Saat kita membicarakan hadiah di sini, kita tak hanya membicarakan reward yang sifatnya material, reward bisa saja hanya sekedar senyuman kecil, tepukan dipunggung, ucapan terima-kasih dan sebagainya. Hukuman adalah sesuatu yang akan kita derita bila kita tak melaksanakan sesuatu, pembatasan adalah seperti saat ibu kita melarang kita untuk makan donut setiap hari dan pemaksaan adalah seperti saat seorang anak diminta untuk makan padahal ia sedang tidak mau makan.

Kita secara sadar maupun tidak sadar menggunakan keempat faktor tersebut saat kita meminta orang lain atau diri kita sendiri untuk melakukan sesuatu. Misalnya saat kita diminta oleh teman kita untuk membantunya mengantarkan barang, ia berjanji akan mentraktir anda makan bila anda membantunya. Saat itu anda merasa rewards yang ia tawarkan pantas dengan apa yang perlu anda lakukan, anda pun membantu teman anda dengan senang hati. 
Sungguh menarik bahwa saat kita diminta untuk melakukan sesuatu dengan janji untuk diberikan reward, kita tidak akan merasa bahwa perasaan bebas kita dirampas atau berkurang. Kita akan melakukan hal itu karena merasa bahwa kita melakukannya untuk diri kita sendiri dan untuk itu anda sebenarnya bebas untuk menolak untuk menerima tawaran tersebut.

Sedangkan tiga motivator lainnya Hukuman, Pembatasan dan Pemaksaan akan membuat kita merasa bahwa kebebasan kita telah dirampas. Khususnya pemaksaan, saat kita terancam akan dihukum bila kita melakukan sesuatu, maka kita akan merasa bahwa kebebasan kita sedikit berkurang, bila kita membatasi orang untuk melewati suatu daerah dengan memasang pagar, maka orang itu juga akan merasa kebebasannya sedikit berkurang saja.

Kita merasa kebebasan kita berkurang paling banyak saat kita dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan. Misalnya bila kita ditodong oleh perampok untuk memberikan harta kita, saat itu kita merasa kebebasan kita sangat terkuras.

Sehingga bisa dikatakan bahwa untuk membuat sebuah dunia yang baik maka diperlukan dunia di mana orang-orang di motivasi sebanyak-banyaknya oleh rewards dan sedikit-dikitnya dengan hukuman, paksaan, dan pembatasan.

Sayangnya utopia seperti itu adalah mustahil karena sifat dasar kita saat menerima hadiah. Saat kita ditawarkan hadiah maka kita akan mempertimbangkan apakah hadiah itu sepadan dengan apa yang harus kita korbankan untuk mendapatkan hadiah dan semakin besar titik awal kita maka semakin tinggi pula reward yang diperlukan untuk membuat kita merasa puas.

Misalnya saat kita hanya memiliki 1.000.000 rupiah di tabungan kita dan seseorang menawarkan kita untuk melakukan pekerjaan dengan bayaran 100.000 rupiah per hari namun pekerjaan itu sangatlah berat. Karena kita sedang memerlukan uang dan uang kita sedikit maka kita akan merasa uang tersebut sangat banyak dan akan menerima pekerjaan itu dengan senang hati.

Sekarang bayangkan anda memiliki uang 50 juta rupiah dan ditawari pekerjaan dengan bayaran 100.000 rupiah, maka saat itu anda kemungkinan akan merasa bahwa pekerjaan itu sangat melelahkan namun tidak memberikan imbalan yang cukup.

Dalam kedua kasus di atas meskipun anda dijanjikan imbalan yang nominalnya sama namun pada contoh kedua anda sudah memiliki harta yang cukup besar sehingga imbalan yang dijanjikan terasa tidak begitu memuaskan dibandingkan bila anda berada di kondisi pertama.

Keadaan inilah yang membuat semakin sulit bagi kita untuk menggunakan reward sebagai motivator bagi orang yang sudah memiliki kecukupan. Sehingga lebih mudah menggunakan hukuman, pemaksaan atau pembatasan.

Begitu juga sebaliknya dengan hukuman, bila kita menganggap sebuah hukuman terlalu ringan maka otomatis kita juga akan melakukan pelanggaran karena merasa kita akan mendapatkan kepuasan yang lebih besar bila kita melanggar dibandingkan dengan resiko hukuman yang akan kita terima.

Melihat kondisi-kondisi tersebut maka kita tahu bahwa sebenarnya merasa bebas dan bebas adalah dua hal yang berbeda. Seseorang dapat saja berada di dalam rumah yang indah dan merasa terpenjara dalam kehidupan yang membosankan, namun bisa saja seseorang yang berada dalam penjara setelah merenungkan perbuatannya merasa terbebaskan dari segala beban hidupnya yang ada. Bisa dikatakan bahwa kebebasan bisa saja berasal dari dalam hati tanpa perlu memiliki syarat materi. Orang-orang menyebutnya sebagai psychological freedom.

Kebebasan dari dalam hati


Berbeda dengan definisi freedom sebelumnya, psychological freedom berasal dari dalam diri dan sudah ada sejak kita lahir. Akan tetapi freedom ini lama-lama berkurang dan terkengkang seiring dengan kemelekatan kita terhadap label, nama, karakter, sifat, materi, tahta dan lainnya. 

Kebebasan dari dalam hati artinya anda lepas dari segala label yang melekat kepada diri. Kita lepas dari opini orang lain terhadap kita, kita lepas dari perlunya membuktikan bahwa diri kita hebat, kita bebas dari kesombongan, kemarahan kesedihan, keinginan untuk menang dan banyak hal lagi.

Pencapaian kebebasan dari hati merupakan apa yang dicari oleh banyak orang-orang suci. Mereka bertapa dengan sangat rajin, melatih diri, meditasi dan lainnya untuk mendapatkan apa yang disebut kebebasan dari dalam hati ini.

Tak hanya orang suci, kita orang biasa pun terkadang ingin lepas atau bebas dari belenggu yang ada dalam kehidupan kita. Misalnya orang yang datang ke klinik hipnoterapi Indomind Consulting untuk lepas dari kebiasaan merokok, untuk lepas dari mudah marah, mudah panik, mudah stress dan lainnya.

Keinginan untuk bebas dari hal tersebut kadang lebih kuat dari keinginan kita akan materi sehingga banyak orang yang rela membayar banyak uang untuk belajar dari orang-orang yang mengatakan bahwa diri mereka telah bebas. Banyak orang yang melihat mereka yang lepas dari kemelakatan duniawi itu hebat dan berharap bahwa mereka juga dapat menjadi seperti orang-orang itu. 

Tentunya mereka tak melakukannya karena masih terdapat alasan-alasan yang membatasi mereka seperti orang-tua, saudara atau anak-anak yang harus mereka nafkahi dan rawat. Atau mereka secara bawah sadar masih tak sanggup melepaskan kenikmatan duniawi yang mereka miliki sekarang ini. 

Untungnya kebebasan dalam hati tak harus didapatkan dari menyepi, menjadi biksu hutan, atau menjadi pertapa. Kita bisa mendapatkan kebebasan psikologis dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang perlu kita lakukan adalah melatih diri untuk semakin menyadari apa yang terjadi di dalam diri kita saat kita menerima stimulus dari luar. 

Apakah kita marah bila kita diusili teman kita, bila iya kenapa kita marah? apakah kalau kita marah maka teman yang mengusili kita akan menyesal? apakah marah akan menyelesaikan masalah atau memperumit masalah? Setelah menanyakan respons anda maka saat itu anda dapat memilih untuk marah atau tidak marah. Saat anda melakukan hal ini maka anda memilih untuk menjadi responsif daripada reaktif.

Kebebasan dari dalam hati bukanlah sesuatu yang didapatkan dengan meraih, hal ini hanya dapat didapatkan dengan cara melepas apa yang sudah terprogram di bawah sadar kita sejak kecil. Menjadi bebas secara psikologis berarti anda memilih untuk menjadi orang yang menyadari tindakan yang kita lakukan, bebas dari stimulus-stimulus yang muncul dari dalam maupun luar diri kita. 

Untuk mencapai kebebasan ini bukanlah mudah namun bukan tak bisa dicapai, untuk bila anda juga ingin mendapatkan kebebasan dari dalam hati maka mari kita sama-sama menempa diri membebas hati dari segala belenggu yang kita ciptakan sendiri.



Windalfin
Mind Consultant

carved ice

Suatu hari saya datang ke pesta pernikahan rekan saya. Di pesta tersebut terlihat banyak orang yang mondar-mandir, ada yang mencari makan, ada yang ngobrol dengan temannya, ada juga yang sedang memotret pasangan mempelai yang sudah berdandan cantik dan ganteng di atas panggung yang disoroti cahaya.

Namun, yang menarik perhatianku bukanlah orang-orang yang ada disana, bukan juga makanan-makanan yang disuguhkan disana. Yang menarik perhatianku adalah 2 buah patung es yang berdiri cantik di depan gerbang.

Patung tersebut terpahat begitu indah, tak lupa aku menjulurkan tangan ku untuk memastikan bahwa itu adalah es beneran.

Pesta dimulai, waktu berlalu, aku pun sudah selesai menyantap makanan yang sudah di sediakan. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada patung yang tadi ku lihat. Patung yang tadi berdiri gagah dan cantik, kini telah berubah menjadi seonggok es tak berbentuk.

Beberapa saat kemudian beberapa orang membawa ember kotak berwarna biru, membawa kedua patung tersebut seakan-akan sampah.

Bukankah hal ini sama dengan manusia, kita hidup terbentuk dari partikel-partikel yang menyatu membentuk tubuh kita sekarang. waktu demi waktu, kita menjadi semakin besar, menjadi pria atau wanita yang menarik dilihat orang. Bahkan kadang kita mempercantik diri dengan alat rias atau pakaian yang mahal.

Waktu berlalu tubuh pun semakin melemah, kulit uang tadinya kencang kini menjadi berkerut, wajah yang dulu rupawan kini menjadi jelek. lalu pada akhirnya kita pun menjadi seonggok daging yang tidak bernafas, dimasukkan ke dalam kotak dan dikuburkan ke dalam tanah. Tubuh yang terurai, kembali menjadi tanah.

Hidup ini hanya sebentar, hidup ini tidaklah kekal, gunakan hidup ini yang singkat ini sebaik-baiknya. Dan apa yang terbaik bukan berasal dari berapa banyak yang kita dapatkan, melainkan berapa banyak yang dapat kita beri. Karena tiada apapun yang akan dapat kita bawa setelah kita mati.

Windalfin MBA, CH, CFP
Mind and Money Consultant

Stress dan cara menghadapinya (part 2)

Dunia tidak selalu berjalan seperti yang kita kehendaki. Selalu ada saja sesuatu yang dapat membuat kita merasa sedih, marah, kesal, cemburu atau emosi lainnya yang mengganggu kita. Kejadian itu bisa saja sekedar kehilangan uang receh atau mungkin juga kehilangan hal berharga dalam kehidupan kita.

Untungnya kita sebagai manusia diciptakan dengan kemampuan untuk bertahan dari kejadian-kejadian tersebut. Para ahli psikologi menamakan kemampuan ini psychological resilience (ketahanan psikologis). Mereka juga menemukan bahwa setiap orang memiliki ketahanan psikologis yang berbeda-beda.

Bila kita bertanya-tanya apa alasan orang-orang tersebut mampu menghadapi kejadian tersebut dengan lebih positif, mengapa mereka dapat mengalami sebuah kejadian yang menjatuhkan mereka dan lalu mampu bangun lagi untuk menjadi lebih baik? Bukankah kita juga sering mendengar cerita-cerita sukses seperti Lance Armstrong (walaupun gelarnya telah dicabut karena kasus doping) yang mampu menghadapi kejadian yang menimpanya dan malah meraih gelar juara 7 kali berturut-turut.

Apa yang sebenarnya membedakan orang-orang ini dengan manusia biasa lainnya? Derren Brown melakukan sebuah percobaan menarik dalam serial terbarunya Fear and Faith. Dalam serial ini Derren membagi peserta dalam beberapa grup berdasarkan masalah mereka seperti alergi, rasa takut, dan lainnya.

Grup yang menjadi pusat perhatian dalam acara ini adalah grup yang merasa mereka memiliki rasa takut yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari mereka dan menghambat perkembangan diri mereka. Grup ini diajak oleh Derren untuk memasuki sebuah kantor perusahaan farmasi yang besar. Dokter yang bertanggung jawab disana lalu memberikan penjelasan tentang bagaimana obat penghilang rasa takut bernama Rumyodin yang telah dipakai oleh tentara untuk menghilangkan rasa takut mereka dapat membantu peserta mengatasi rasa takut mereka. Peserta diberikan tes untuk menemukan perawatan apa yang paling cocok untuk mereka.

Setelah melakukan tes tersebut mereka diberikan sebuah pil berwarna biru. Mereka diberitahu bahwa setelah memakan obat itu mereka akan mengalami efek samping berupa pandangan menjadi lebih jelas dan mungkin perasaan geli seperti kesemutan di tubuh. Setelah mengalami perawatan akhirnya seorang pria yang tadinya memiliki ketakutan pada ketinggian sampai tahap dimana ia bahkan tidak mampu menyeberangi jembatan tanpa ditemani temannya. Mampu berdiri di ujung sebuah jembatan tertinggi di Inggris.

Seorang penyanyi yang memiliki ketakutan untuk menyanyi di depan umum pada akhirnya berhasil menyanyi di depan puluhan orang dalam sebuah konser kecil yang diadakan Derren. Meskipun dalam kasus ini Derren menambah hypnosis karena Rumyodin tidak berhasil membantu penyanyi ini dalam mengatasi ketakutannya.

Meskipun hal itu terlihat tidak relevan, namun bukankah kita dapat melihat bahwa ternyata terdapat sebuah obat yang mampu membuat orang mengatasi ketakutan mereka, rasa stress mereka dan hambatan mereka untuk maju. Orang yang mengalami trauma krisis finansial 1998 mungkin bisa mengumpulkan energy untuk kembali berinvestasi di pasar saham.

Mereka yang baru saja putus hubungan dengan pasangannya tentu bisa mengkonsumsi obat tersebut dan kembali menjalani hubungan baru yang cerah di masa depan. Mereka yang kehilangan pekerjaan berkali-kali dan mungkin sales yang ditolak berkali-kali mungkin dapat mengonsumsi obat tersebut sehingga meningkatkan ketahanan psikologis mereka terhadap stress dan maju menjadi sukses.

Kalau Anda belum menonton serial tersebut dan mungkin bertanya-tanya dimana anda bisa menemukan obat ajaib tersebut. Maka sudah ada jalan terang di masa depan untuk anda. Sciencedaily.com dalam sebuah artikel menyatakan bahwa penelitian terkini menemukan kalau tentara yang memiliki pemikiran positif pada masa-masa cobaan memiliki kecenderungan lebih kecil untuk mengalami masalah kesehatan seperti kegelisahan dan depresi. Artinya bila kita setidaknya berpikir positif dan mencoba memecahkan masalah anda, maka anda lebih mungkin mencapainya daripada yang tidak melakukannya dan terus berpikir negatif.

Sungguh beruntung sekali beberapa menit setelah acara dimulai Derren Brown membeberkan sesuatu kepada kita. Bahwa Rumyodin tidak eksis, ia membuatnya demi melakukan percobaan mengenai efek placebo. Kantor farmasi yang dikunjungi peserta hanyalah kantor kosong yang disewanya untuk melakukan shooting acara tersebut, dokter dan para ahli yang terdapat disana semuanya merupakan actor yang disewa olehnya.

Hal itu semua dilakukan untuk meningkatkan efek placebo pada peserta acara tersebut. Ditambah lagi ia memberikan tes palsu, dan juga menanamkan sugesti bahwa obat tersebut akan memberikan efek samping yang mungkin bagi para praktisi hypnosis merupakan proses yang sangat familiar saat melakukan post-hypnotic suggestion.

Ia pada akhir acara membeberkan pada seluruh peserta bahwa Rumyodin hanyalah pil berisi gula. Bahwa Rumyodin sebenarnya telah dimiliki peserta sejak awal dan mereka tidak perlu mencari ke mana-mana untuk obat ini lagi. Rumyodin merupakan anagram dari kata inggris ”your mind” yang berarti “Pikiran Anda”.

Mengenal stress dan cara menghadapinya part 1

Tuntutan pekerjaan, sekolah, kuliah, orang tua, pasangan dan lainnya sering kali membuat seseorang menjadi kalang kabut. Apalagi dengan ditambah kemacetan lalu-lintas yang harus dihadapi tiap hari di perjalanan pergi dan pulang kantor membuat beban emosi semakin menumpuk pada diri kita.

Tidak aneh sama sekali bahwa mereka yang hidup di kota mengalami stress yang berlebihan, khususnya dengan semakin cepatnya dunia bekerja. Pada jaman dahulu seorang trader saham harus menelepon brokernya untuk mengetahui pergerakan harga saham. Trader ini tidak terekspos dengan volatilitas pergerakan harga tiap menit ataupun tiap jam. 

Dengan semakin cepatnya pergerakan dunia, semakin besar juga beban kita untuk mengikuti arus tersebut atau tertinggal di belakang. Seorang pebisnis mungkin harus selalu tahu trend apa yang sedang menarik di pasaran. Ia yang terlalu tenang dan tidak mengupdate diri mereka dengan info terbaru mungkin akan ketinggalan jaman dan produknya tidak diminati pasar lagi. 

Stress berdasarkan ahli psikologi merupakan reaksi dari stimulus yang mengganggu keseimbangan fisik atau batin kita. Sebuah kejadian yang membuat stress akan memicu fight or flight response dari otak kita dan mengantarkan pesan untuk mengirimkan hormon seperti adrenalin dan cortisol ke dalam tubuh kita. Stress yang secukupnya akan membuat diri kita terus berjuang demi mencapai tujuan kita. Namun stress yang berlebihan akan membuat diri kita kelelahan dan berakibat buruk bagi kesehatan kita. 

Untungnya terlepas dari semua kejadian tersebut, kita masih dapat menjalani hidup, meningkatkan bisnis, berkeluarga, terus belajar dan berinovasi tanpa stress yang berlebihan. Caranya dengan mengkaji ulang definisi dari stress itu sendiri. Stress adalah reaksi dari stimulus yang terjadi pada kita. Pada kebanyakan waktu kita mungkin tidak dapat mengubah stimulus yang datang ke kita. Yang dapat kita ubah adalah reaksi kita terhadap stimulus tersebut. 

Stress itu hanya ada di pikiran anda

Apakah sebuah kejadian itu dapat dikategorikan membuat stress atau tidak itu adalah keputusan anda sendiri. Banyak penelitian yang menemukan bahwa bahkan sesuatu hal yang sangat dinantikan dan diinginkan banyak orang seperti pernikahan, jalan-jalan dan lainnya dapat menjadi sebuah kejadian yang membuat stress. 


Banyak ahli yang percaya bahwa sebuah kejadian yang membuat stress adalah sesuatu yang sangat subyektif. Sebuah kejadian yang membuat stress bagi anda mungkin netral bagi saya ataupun positif bagi beberapa orang lainnya. Dalam ilmu kognitif sebuah hal hanya dikatakan membuat stress bila kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengatasi hal tersebut. 

Executive Function sebuah fungsi otak yang muncul saat kita mengalami stress akan mencari cara untuk mengatasi hal tersebut. Bila EF berhasil mencari cara yang logis untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka EF akan mengirimkan pesan ke amygdala untuk menghentikan produksi hormon stress. Sebaliknya bila EF gagal menemukan solusi yang baik maka hormon stress akan tetap di produksi. 

Saat hormon stress sudah berlebihan dan EF gagal menghadapi hal tersebut maka seseorang akan masuk ke insting primitif yaitu mekanisme flight atau kabur. Bila ada jalan kabur maka mereka mungkin bisa lega untuk sementara waktu, namun bila kejadian tersebut terjadi saat tidak ada jalan keluar maka kecemasan ia akan terus berlanjut

Otak memiliki jalan lain menghadapi stress. Akan sangat membantu bila kita memiliki teman atau pasangan atau orang yang ada disekitar kita yang dapat membantu kita atau setidaknya mendengar apa yang ingin kita ceritakan. Saat kita stress otak kita mengaktifkan social engagement system yang membuat diri kita mencari atau lari mencari bantuan ke orang-orang terdekat. 

SES akan membaca perilaku seseorang, bahasa tubuh seseorang dan kata-kata yang diucapkan orang tersebut. Dari situ ia akan menilai orang tersebut, bila SES menyukai orang tersebut maka kita akan menjadi lebih lega. SES akan membantu memproduksi hormon oxytocin yang menekan hormon stress dan membuat diri kita menjadi lebih santai. 

Perbedaan antara kemampuan seseorang menghadapi sesuatu kejadian biasa disebut resilience/ketahanan batin. Saya akan menulis tentang resilience di kesempatan lain. Dalam artikel ini kita ingin mengetahui dulu secara sederhana bagaimana stress itu bekerja dan bagaimana kita dapat mengatasinya atau bahkan menggunakannya untuk memajukan kehidupan kita. 


Renungan dan Doa ulang tahun


Aku sadar bahwa diri semakin mendekati kematian,
Aku sadar bahwa bisa hidup sampai sekarang merupakan sebuah karunia,
Aku sadar bahwa bertambahnya umur, bukan berarti bertambahnya kebijaksanaan,
Aku sadar bahwa apa yang aku tahu hanyalah segenggam daun di dalam hutan belantara, 

Mengetahui hal itu maka aku pun, 

Menghargai apa yang dipinjamkan padaku oleh dunia, 
Menyayangi mereka yang berada di sekitarku, 
Membersihkan batin dari kebodohan, amarah dan rasa iri,  
Melatih diri mencapai penyadaran yang lebih baik

Bukan siapa-siapa



Filosofi Kartu, Kalender dan Alkitab


Saya teringat saat masih SMP, murid-murid sering sekali diam-diam membawa kartu untuk bermain capsa di kelas saat jam istirahat. Permainan itu sebegitu menariknya sehingga dalam satu kelas bisa ada 4 kelompok yang bermain secara bersamaan seakan-akan ini adalah sebuah turnamen. Saat itu saya kebetulan sedang membaca sebuah novel karya Jostein Gaarder berjudul "Solitaire Mystery".

Saya begitu takjub dengan cerita-cerita dalam novel tersebut dan kebetulan sekali Gaarder membahas bagaimana kartu-kartu yang kita mainkan sekarang itu ternyata berhubungan dengan fenomena astrologi yang terjadi sehari-hari.

Sadarkah kita bahwa jumlah kartu dalam satu dek adalah 52 yang juga merupakan jumlah minggu dalam satu tahun. Lalu dalam satu dek terdapat empat buah suit (Wajik, sekop, beringin dan hati) yang sama dengan kenyataan bahwa kita memiliki 4 musim di bumi ini.

Tahukah anda bahwa kita mengalami 13 bulan purnama dalam satu tahun yang dilambangkan dengan 13 kartu di setiap suit. Lalu ada 12 kartu yang memiliki gambar yang melambangkan 12 bulan dalam satu tahun. Kartu ada yang berwarna merah dan hitam, melambangkan pagi dan malam.

Dan bila kita jumlahkan semua angka yang ada di dalam kartu, dengan hitung As adalah 1, Jack adalah 11, Queen 12, dan King 13. Maka hasilnya adalah 364 kartu yang merupakan jumlah hari dalam kalender positivist yang di ajukan oleh Auguste Comte, yang bila ditambah dengan kartu joker yang melambangkan hari tambahan untuk memperingati orang-orang yang meninggal,  maka akan mencapai 365 kartu yang melambangkan 365 hari dalam satu tahun.

Bila kita jejerkan kartu-kartu tersebut dari As sampai King dan kita ambil tengahnya, maka kita akan mendapatkan angka 7. Mungkin anda sudah bisa menebak, 7 adalah jumlah hari dalam satu minggu.


The Deck of Cards

"Mary Bacon's World. A farmer's wife in eighteenth-century Hampshire" Sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2010 yang didasari sebuah buku dimiliki seorang wanita bernama Mary Bacon pada tahun 1762. Lalu di cover dalam sebuah lagu country oleh T Texas Tyler dalam lagunya berjudul "The Deck of Card"

Dalam lagu ini diceritakan mengenai seorang tentara yang sedang mendaki ke Itali dalam sebuah perjalanan. Dalam perjalanan tersebut mereka berhenti di sebuah kota bernama Cassino. Mereka pun berhenti untuk membacakan sebuah injil dari Alkitab, dan bukannya mengeluarkan Alkitab, seorang tentara mengeluarkan sepak kartu dan menjejerkan kartu tersebut didepannya. 

Ia pun ditangkap oleh serjen yang bertugas dan diminta untuk menjelaskan apa alasan dia bermain kartu di dalam Gereja. Tentara itu pun menjelaskan arti dari kartu tersebut menurut dia.

As = Tuhan
Dua = Perjanjian baru dan Perjanjian lama
Tiga = Trinitas (bapa, putra dan roh kudus)
Empat = 4 injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes
Lima = 5 perawan suci yang diminta memotong lilin pada sebuah pernikahan
Enam = Tuhan menciptakan Bumi dalam waktu 6 hari 
Tujuh = Tuhan beristirahat pada hari ke Tujuh
Delapan = 8 orang yang diselamatkan tuhan pada banjir besar (Nuh, istrinya, 3 anaknya dan 3 istri anaknya)
Sembilan = 9 dari 10 pengidap kusta yang tidak berterima kasih pada Yesus saat diselamatkan
Sepuluh = 10 perintah Allah
King = Bapa
Queen = Bunda Maria
Jack = Satan
365 titik/simbol = 365 hari dalam satu tahun
52 kartu = jumlah minggu dalam satu tahun
13 kartu dalam satu simbol = jumlah minggu dalam satu musim
4 suits = jumlah musim dalam satu tahun
12 kartu wajah = jumlah bulan dalam satu tahun

Pada akhir cerita, tentara tersebut mengatakan bahwa kartu-kartu itu adalah Alkitab, kalender, dan buku doa miliknya. Pada akhir narasi cerita ini, narator itu mengatakan bahwa "Cerita ini berdasarkan cerita nyata". 


Windalfin Culmen
Consultant Hypnotist




Manusia terpintar di dunia

Di sebuah pesawat terbang pribadi terdapat seorang pendeta, direktur dan pramuka. Tiba-tiba terjadi guncangan dan pilot tersebut mengatakan kepada ketiga penumpang tersebut bahwa pesawat telah mengalami kegagalan operasi dan akan terjatuh. Dia membawa tiga buah tas ransel dan menjelaskan bahwa hanya terdapat tiga parasut dan disini ada empat orang. 

Sang pilot berkata "saya akan ambil satu, sebab saya memiliki istri dan tiga orang anak yang memerlukan saya." sehabis mengatakan itu ia mengambil satu ransel dan lompat dari pesawat. 

Direktur tersebut dengan cepat meraih satu ransel lagi "Saya harus dapat satu parasut, sebab saya orang terpintar di dunia dan dunia memerlukan otak cemerlang saya." ia pun lompat. 

Pendeta melihat muka anak muda tersebut dan berkata "Saya sudah hidup cukup lama dan telah menikmati hidup, sedangkan kamu masih muda, ambillah parasut terakhir itu dan selamatkan dirimu."

Pramuka tersebut langsung menjawab "tenang pak pendeta, orang terpintar di dunia baru saja mengambil ransel saya dan lompat dari pesawat." 

Be humble...

Optimis vs Pesimis


 “Apa yang anda percayai dalam pikiran anda, kemungkinan besar akan menjadi kenyataan”.

Seorang karyawan menjatuhkan diri pada kursi kayu di sebuah kafe kecil yang bernuansa koboi. Sambil memesan minum pada pelayan, ia pun memberanikan diri bertanya “Hai, saya baru pindah ke kota ini, saya ingin tahu seperti apa sih orang-orang di kota ini?”

  "Memangnya seperti apa orang-orang di kotamu yang sebelumnya?"Tanya pelayan tersebut.

  "Tidak terlalu baik" ungkapnya "bahkan, mereka orang-orangnya sangat tidak sopan."

Pelayan menganggukan kepalanya dan berkata, “sayang sekali, anda akan menemukan orang-orang di kota ini juga seperti itu.” 

Orang kedua juga duduk di sebelah orang sebelumnya, sambil memesan minum ia bertanya pada pelayan "hai, saya baru pindah kesini, orang sini baik-baik gak?"

  "Apakah orang-orang di kota sebelumnya baik-baik?" tanya pelayan.

  "Wah, tentu saja, saya datang dari tempat yang luar biasa, semua orang disana baik-baik, sungguh sulit   
  untuk pindah dari lingkungan baik seperti itu."ungkapnya penuh semangat.

"Oh, anda akan menemukan bahwa orang-orang di sini juga seperti itu."

Mendengar hal tersebut orang pertama marah dan bertanya kembali pada pelayan "jadi sebenarnya orang-orang di kota ini bagaimana sih?"

Pelayan tersebut tersenyum dan berkata "saya tidak tahu, semua itu masalah persepsi, anda akan menemukan bahwa apa yang anda pikirkan menjadi kenyataan" 

Apakah gelas anda setengah penuh atau setengah kosong? apakah anda mencintai pekerjaan anda sehingga hal-hal kecil yang mengganggu anda tidak membuat anda membenci pekerjaan tersebut? 

Seorang yang pesimis akan melihat hal buruk di antara segala hal baik yang terjadi pada dirinya. Mereka membuat setiap keadaan yang mereka hadapi menjadi buruk dan untuk sukses sebagai pesimis mereka harus mencari jalan keluar dari semua keburukan dunia ini. 

Seorang optimis berpikir bahwa jalan menuju sukses adalah sebuah jalan yang penuh rintangan, akan ada saatnya naik, akan ada saatnya turun. Akan ada hal yang baik, akan ada hal yang buruk. Namun, mereka yakin selama mereka tidak menyerah dan terus maju sambil mengambil pengalaman dari kegagalan sebelumnya, pada akhirnya mereka akan sampai ke tujuan mereka. 

Pada kenyataannya baik pesimis maupun optimis keduanya mampu mencapai kebahagiaan. Optimis dan pesimis pada kenyataannya tidak berhubungan dengan tingkat kebahagiaan seseorang. Florence Littauer dalam bukunya personality plus berpendapat bahwa seorang pesimis (melankolis dan phlegmatis) mampu melihat masalah atau kelemahan dari suatu keadaan yang sering dilewatkan oleh mereka yang optimis (koleris, sanguinis) sehingga membantu dalam penyelesaian masalah. 

Kembali ke hukum pikiran "apa yang anda percayai, kemungkinan besar akan terjadi". Dari hal ini tentunya kita tahu bahwa kita sebaiknya optimis daripada pesimis. Albert Bandura salah satu bapak psikologi dunia menyebutkan bahwa "penentu terbesar dari seseorang akan sukses atau tidak adalah apakah mereka percaya mereka akan sukses atau tidak"

Yang perlu kita perhatikan adalah membedakan apakah kita percaya bahwa kita akan sukses atau percaya bahwa kita akan sukses dengan mudah. Atau bisa dibilang apakah anda seorang realistic optimist ataukah unrealistic optimist. 

Seorang psikolog Gabriel Oettingen bertanya pada sebuah grup wanita yang mengalami obesitas dan sedang menjalani program penurunan berat badan. Ia menemukan bahwa wanita yang optimis akan berhasil ternyata secara rata-rata berhasil mengurangi 13 kilo lebih banyak daripada mereka yang pesimis. 

Oettingen bertanya lagi pada mereka apa ekspetasi mereka pada awalnya tentang perjalanan mereka menuju berat badan ideal ini. Ternyata mereka yang berpikir bahwa mereka akan sulit untuk tidak menahan nafsu untuk makan, mereka akan malas untuk berolah-raga. Ternyata mereka yang optimis dan realistis mengurangi berat badan 13 kilo lebih banyak dibanding mereka yang merasa mereka akan mampu mengurangi berat badan dengan mudah. 

Percaya bahwa jalan mencapai sukses penuh dengan lubang dan bebatuan, bahkan mungkin becek dan banjir, akan membawa diri kita lebih sukses karena mereka memaksa kita untuk bertindak. Kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh apakah mereka pesimis ataupun optimis, kesuksesan seseorang ditentukan oleh tindakan mereka atas keadaan mereka. 



10 minute meditation

Meditasi jelas memiliki manfaat yang luar biasa bagi kondisi pikiran kita. Pikiran manusia terdiri dari sistem parasympathetic yang meregulasi detak jantung, nafas dan gerakan-gerakan dari banyak otot yang tidak kita sadari. Lalu ada juga sistem sympathetic yang merangsang tubuh dan menyiapkan ia untuk sebuah kegiatan.

NIH (National Institutes of Health) menyatakan bahwa meditasi mampu menurunkan fungsi sistem sympathetic dan meningkatkan fungsi parasympathetic, alhasil tubuh kita jadi tidak mudah terangsang/terpengaruh oleh kondisi luar dan menjadi semakin rileks.

Saat berbagi mengenai meditasi dalam sebuah sesi sharing dengan mahasiswa, saya mendapat pertanyaan "berapa lama sih saya harus bermeditasi setiap harinya dan apa yang harus saya persiapkan untuk meditasi?" Tentunya tidak ada batas waktu untuk bermeditasi, kita dapat bermeditasi selama satu jam atau hanya 5 menit. 

Saya sendiri menyarankan bagi kita yang sibuk setiap hari untuk mengambil 10 menit waktu kita untuk bermeditasi setiap paginya. Beberapa yang harus kita lakukan adalah 

  1. Pindah dari ruang tidur, saat kita berada di kamar tidur kita masih terasosiasi dengan kegiatan tidur. 
  2. Siapkan tempat yang nyaman untuk duduk, pastikan di sana anda bisa duduk dengan punggung yang tegak
  3. Cabut kabel telepon, matikan handphone, pastikan anda tidak akan terganggu selama 10 menit
  4. Gunakan timer/weker untuk membantu anda mengukur waktu, dengan ini anda tidak perlu melirik sudah berapa lama anda  bermeditasi
Dengan persiapan ini anda pun sudah siap bermeditasi. Sekarang langkah-langkah meditasi sederhana yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kinerja anda hari ini adalah:

  1. Tarik nafas yang dalam dan keluarkan, fokus kepada nafas tersebut. Lakukan nafas dalam ini sebanyak 3 kali. 
  2. Rasakan seluruh tubuh anda, rasakan bagaimana posisi anda, bila kurang nyaman silakan geser sampai nyaman. 
  3. Sekali lagi rasakan seluruh tubuh anda dan rasakan bilamana ada bagian tubuh yang masih sedikit tegang, biarkan mereka menjadi rileks dan tenang. 
  4. Katakan pada diri anda "Saya akan masuk ke dalam meditasi yang tenang selama 10 menit"
  5. Sadari diri anda berada di kekinian, sadari segala sesuatu yang terjadi di tubuh anda, sadari nafas anda, gerakan mata anda, detak jantung anda, pantat anda yang menempel ke tempat duduk anda, udara di sekitar anda. 
  6. Fokuskan diri anda ke nafas anda, bilamana fokus anda lari, dengan cepat kembalilah ke nafas anda. 
  7. lakukan hal ini sampai weker anda berbunyi, anda cukup menikmati saat hening ini. Segala sesuatu yang terjadi di sekitar anda biarkan mereka membawa anda semakin nyaman. 
Setelah anda selesai anda boleh berikan waktu 20 detik untuk merasakan tubuh anda yang menjadi ringan, nyaman dan rileks. Dan anda pun siap melakukan aktivitas sehari-hari anda. 


Menjadi luar biasa

Saya teringat pertemuan dengan seorang teman yang sudah lama tidak saya temui. Saat bertemu dengannya saya pun basa-basi bertanya "apa kabar?" dia dengan cepat menjawab "luar biasa!". Mendengar kata luar biasa, saya jadi tertarik untuk bertanya lebih lanjut "Oh, memangnya hari ini ada kejadian apa yang berbeda dari hari biasanya?" Dia menjawab "pertemuan kita itu luar biasa." Setelah itu kami berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai banyak hal.

Luar biasa telah menjadi sebuah kata-kata yang sering diucapkan orang-orang saat mereka bersemangat. Andrie Wongso motivator nomor satu di Indonesia menggunakan kata ini untuk membuat orang-orang termotivasi untuk menjadi seseorang yang luar biasa. Tak dapat dipungkiri lagi banyak orang yang setelah keluar dari seminar tersebut menjadi bersemangat untuk mencapai tujuan mereka. 

Setiap hari hidup kita dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang bisa dibilang normal. Begitu normalnya sehingga sangat sulit untuk kita untuk keluar dari kenormalan itu dan menjadi luar biasa. Mungkin kita sering mendengar istilah comfort zone/zona nyaman yang berarti keadaan dimana kita terlepas dari kegelisahan, mampu melakukan performa terbaik tanpa perlu berusaha keras dan kita hampir tidak memiliki resiko untuk gagal.

Bagaimana kita mengukur comfort zone kita? Marcus Taylor seorang pengusaha menciptakan kalkulator untuk menghitung comfort zone kita di websitenya. Dalam website itu anda akan diminta untuk mengisi kuesioner dan setelah itu anda akan dapat melihat berapa skor dari comfort zone anda. Fungsi dari kalkulator ini adalah untuk memperlihatkan pada anda skor comfort zone anda dan membuat anda lebih sadar apa yang harus anda lakukan untuk keluar dari comfort zone tersebut. Untuk itulah Marcus Taylor memberikan banyak link pada akhir test untuk membantu anda melakukan hal yang anda ingin lakukan tetapi belum lakukan.

Melangkahi zona nyaman tentu bukanlah hal yang mudah. Kita yang sudah berkali-kali melakukannya sejak kita bayi dan merasakan manfaatnya pun masih saja kesulitan untuk keluar dari zona nyaman tersebut. Saat kita bayi kita lebih nyaman duduk daripada berdiri, namun kita keluar dari zona nyaman terus dan mencoba berdiri dengan kedua kaki kita yang saat itu masih kecil dan lemah. Kita terjatuh beberapa kali dan setelah beberapa kali percobaan akhirnya kita bisa berdiri.

Hal tersebut berulang lagi saat kita mau berjalan, saat kita mau masuk sekolah, saat kita mendekati calon pasangan kita, saat kita menyatakan cinta pada pasangan kita, dan seterusnya. Dan kita tahu bahwa setiap kali  kita melangkah keluar dari zona nyaman kita, terdapat kemungkinan untuk kita menjadi lebih bahagia dari sekarang.

Saat orang-orang dalam sebuah seminar motivasi ditanya "apakah anda mau lebih sukses dari sekarang?" atau "apakah anda ingin lebih kaya dari sekarang?" kebanyakan orang akan menjawab "IYA!". Sayangnya itu semua tidak benar. Kita tidak ingin menjadi lebih sukses, kita tidak ingin menjadi lebih kaya, yang kita inginkan adalah kenyamanan. Dan cara terbaik untuk nyaman adalah dengan tidak berubah.

Saya suka sekali dengan bagaimana Tung Desem Waringin dalam suatu seminar mengeluarkan sejumlah uang dan menunjukkannya kepada peserta seminarnya. Ia akan bertanya kepada pesertanya sambil menunjukkan uang tersebut "Siapa disini yang ingin menjadi lebih kaya?" Semua orang melihat dan mendengar pertanyaan tersebut segera mengangkat tangan mereka.

Ia melihat dengan senyum kepada seluruh penonton lalu sekali lagi ia bertanya sambil mengangkat uang tersebut dan bertanya kembali "Siapa di sini yang ingin menjadi lebih kaya?". Orang-orang masih mengangkat tangannya dan kini menjawab "Saya!!" dengan penuh semangat.

Lagi-lagi ia melirik pada peserta seminar yang berjumlah ratusan tersebut. Ia tersenyum dan kembali bertanya "siapa di sini yang ingin menjadi lebih kaya, sekarang!?" Saat itu terlihat seseorang berdiri dari tempat duduknya. Ia tergesa-gesa maju ke depan panggung menuju ke arah pembicara. Motifnya cukup jelas, ia ingin meminta uang tersebut dari sang pembicara. Dan ia tidak sendiri beberapa anak muda berdiri dari belakang dan berlari ke depan. Anak muda tersebut memang terlambat namun ia tanpa basa-basi merebut uang tersebut dari tangan pembicara. TDW pun tersenyum dan meminta penonton memberikan tepuk tangan pada pemuda tersebut.

Ilustrasi yang diberikan di atas merupakan ilustrasi luar biasa yang bisa menggambarkan bagaimana kita yang berkata ingin sukses tidak ingin keluar dari comfort zone kita untuk melakukan hal yang tidak biasa kita lakukan. Kita terikat untuk duduk di bangku kita yang nyaman sambil melihat orang lain menyambut kesempatan yang datang. Kita bahkan mungkin melihat hal tersebut dan mengetahui aksi apa yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih sukses saat itu juga dan kita tidak melakukannya karena kita tidak nyaman untuk berdiri dari bangku kita dan bergerak untuk mengambil kesempatan di depan kita.

Cara untuk menjadi luar biasa sebenarnya gampang-gampang sulit. Untuk menjadi luar biasa kita perlu mengetahui kebiasaan kita. Untuk ada tool seperti kalkulator milik Marcus Taylor yang bisa digunakan untuk melihat apa yang kita ingin lakukan namun belum kita lakukan dan apa yang saja yang sudah pernah kita lakukan. Dengan mengetahui kebiasaan kita dan tujuan kita, kita dapat melakukan action plan yaitu perencanaan akan strategi yang perlu kita terapkan untuk mencapai tujuan kita.

Saat melakukan strategi kita akan melihat banyaknya hal yang tidak biasa kita lakukan yang harus kita lakukan untuk mencapai goal tersebut. Anggaplah goal anda adalah memiliki penghasilan yang lebih tinggi. Anda tahu bahwa mengambil gelar seperti CFA atau yang lainnya tergantung profesi anda akan membantu anda mencapai hal tersebut. Anda mungkin tidak biasa untuk keluar dan belajar lagi, apalagi setelah belajar di kelas sejak kecil sampai dewasa. Masak sekarang masuk kelas dan belajar lagi.

Saat anda merasa bahwa mengambil gelar tambahan merupakan hal yang penting bagi pencapaian goal anda dan anda mengambil keputusan untuk melakukannya. Maka anda telah menjadi luar biasa. Saat anda melakukan hal yang berada di luar zona nyaman anda, maka anda telah menjadi luar biasa. Anda tidak perlu berteriak luar biasa setiap hari, karena bila anda setiap hari berteriak luar biasa, maka berteriak luar biasa tersebut menjadi hal biasa.

Saya akan menceritakan bagaimana menjadi luar biasa dan mengapa kita belum menjadi luar biasa lalu mengapa kita perlu untuk menjadi luar biasa di artikel berikutnya. 

Keberuntungan dalam kesuksesan


Beberapa hari lalu saya berbincang dengan teman saya mengenai kesuksesan. Dalam perbincangan itupun dia mengatakan kalau sukses itu bukan karena keberuntungan. Saya setuju bahwa faktor untuk sukses itu bukan hanya keberuntungan. Namun, saya juga percaya keberuntungan memegang peran penting dalam kesuksesan seseorang.

Bill Gates dapat mendirikan Microsoft dan menjadi salah satu pria terkaya di dunia bukan hanya karena ia jenius dan rajin dan inisiatif. Ia terlahir di keluarga yang cukup mapan, ia bersekolah di satu dari sedikit sekolah yang memiliki pendidikan komputer, Ia juga beruntung pada masa itu pasar microcomputer baru dimulai dan akan berkembang, dan ia memiliki kemampuan untuk membuat program basic.

Jadi benarlah adanya bahwa kesuksesan Bill Gates sekarang ini sangat bergantung pada keberuntungan dia saat itu. Tapi, perlu kita ketahui juga bahwa pada saat itu bukan hanya Gates yang sekolah dengan pendidikan komputer, bukan hanya dia yang lahir pada jaman pasar microcomputer baru berkembang, dan tentunya bukan hanya dia yang bisa membuat bahasa BASIC.

Banyak sekali orang lain yang juga seberuntung Bill Gates, namun mereka tidak berhasil mengambil keberuntungan itu. Bila anda membaca cerita tentang sales alat kontraktor di artikel mengambil kesempatan dalam kesempitan maka anda pasti sadar juga bahwa beberapa orang memiliki keberuntungan yang luar biasa di depan mata mereka. Namun mereka tidak mengambil tindakan yang dapat mengubah keberuntungan tersebut menjadi kesuksesan bagi mereka.

Jim Collins pakar management penulis buku best seller good to great, memperkenalkan konsep Return on Luck (ROL)/ Imbal hasil dari keberuntungan pada buku terbarunya Great by Choice. Ia menemukan bahwa banyak perusahaan gagal bukan karena mereka tidak beruntung, melainkan karena kurangnya eksekusi yang baik.

Bill Gates dapat mendirikan Microsoft karena ia melihat sebuah kesempatan yang ada di depannya dan memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya untuk mengambil kesempatan yang ia miliki. Saat ia mengambil jalan itu, dia tidak menunggu sampai dia lulus Harvard, dia drop-out dari sekolah, dan dengan temannya Paul Allen bekerja sama membuat BASIC. Sukses Bill Gates tidak terjadi dalam semalam, ia dengan persisten dan pantang menyerah terus mengembangkan usahanya selama dua dekade sampai akhirnya ia mencapai kesuksesan yang pantas didapatkan olehnya.

Dalam buku money magnet karya Adi W Gunawan pakar mind technology Indonesia mengatakan bahwa rumus sukses adalah

BE X DO = Success

Komponen BE adalah Impian, yakin, syukur, pasrah dan doa
Komponen DO adalah strategi terukur, pengetahuan, kecakapan, tindakan dan evaluasi.

Bila anda memiliki BE yang besar tanpa DO maka semua akan percuma. Karena berapapun dikalikan dengan 0 adalah 0. Untuk itu bila kita ingin memiliki ROL yang besar maka kita harus memiliki BE yang besar untuk mengarahkan diri pada kesuksesan yang kita inginkan dan DO yang baik untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Salam sukses,
Windalfin

Mengambil kesempatan dalam kesempitan

Tahun 2013 sudah berjalan dua minggu sejak beberapa dari kita mungkin membuat resolusi untuk menjadi lebih sukses. Mungkin ada yang ingin mendapat lebih banyak klien, menjual lebih banyak item, mendapatkan lebih banyak teman, atau lainnya lagi.

Sesuai hukum law of attraction kalau kita benar-benar menginginkannya dan benar-benar mengambil tindakan maka kesempatan akan datang kepada kita. Mungkin ini sulit dipercaya apalagi beberapa dari kita mungkin baru saja gagal mencapai beberapa resolusi tahun 2012 kita.

Melihat hal itu mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa kita gagal mencapai resolusi kita. Sebuah artikel Forbes bahkan menggunakan judul yang benar-benar mengejutkan "Bagaimana resolusi tahun baru anda akan gagal pada tanggal 1 Februari".

Tara Parker Pope menulis di NewYork Times bahwa kebanyakan orang tidak serius dengan resolusi mereka. Kebanyakan dari mereka membuang sepertiga dari resolusi pada bulan pertama dan empat dari  lima orang menyerah untuk mencapai resolusi mereka. "88 persen dari semua resolusi gagal  didapatkan" itulah hasil dari penelitian Richard Wiseman, psikolog inggris.

Dalam pembahasan di Wallstreet Journal ditemukan bahwa pembuatan resolusi ini banyak menggunakan fungsi  otak sadar kita yaitu keinginan (will power). Saya sempat menulis tentang will power di artikel Mencapai berat badan ideal part 4. Masalahnya dengan Will power adalah mereka seperti otot kita, jika dipaksakan pada akhirnya akan menjadi lemas. Lebih parahnya kekuatan will power sangat terbatas.

Sangat disayangkan bahwa bila kekuatan willpower kita habis saat dunia memberikan kita kesempatan. Saat seseorang sudah menyerah atau tidak lagi mengejar resolusi mereka dengan sungguh-sungguh maka mereka memiliki tendensi untuk tidak melihat kesempatan di depan rumah mereka.

Paulo Coelho dalam The Alchemist menggambarkan hal tersebut dengan cerita yang sungguh indah dan menakjubkan. Saya sangat menyarankan anda untuk membacanya. Saya teringat cerita salah satu dosen marketing saya mengenai seseorang yang meninggalkan kesempatan ratusan juta yang digeletakkan di depan matanya.

Orang itu adalah sales di sebuah perusahaan alat kontraktor yang cukup terkemuka di dunia. Siang itu dia sedang bertugas jaga dan masuk seorang bapak berpakaian terlalu santai mengarah ke lusuh. Melihat penampilan orang tersebut sales ini menghela nafas dan melayani bapak tersebut.

Bapak tersebut pun bertanya-tanya soal harga dan barang yang ada di katalog. Sales tersebut memandang kembali penampilan bapak tersebut dan cara bicaranya yang terlalu bebas ini. Ia kembali menghela nafas dalam hati dan menjelaskan dengan malas-malasan. Lebih parah lagi, dia memutuskan untuk meninggalkan bapak tersebut dengan alasan harus pergi sebentar.

Bapak ini setelah menunggu sebentar akhirnya kesal dan meninggalkan tempat tersebut. Ia pergi ke kantor pesaing perusahaan tersebut yang juga kebetulan berada di dekat sana. Saat ia sampai sales yang ada disana melihat orang itu dan berfikir wah jangan-jangan ini om-om kaya ala Bob Sadino nih. Dengan pemikiran itu maka ia melayani bapak tersebut dengan antusias.

Alhasil akhirnya bapak tersebut teken kontrak dan mengatakan dia ingin ambil langsung barangnya sekarang. Sales tersebut terkejut dan langsung menyetujuinya. Maka pulanglah bapak tersebut dengan berbagai alat kontraktor di belakangnya. Lebih asiknya lagi bapak tersebut menyuruh supir untuk melewati kantor pertama yang ia kunjungi. Dia membunyikan klaksonnya berkali-kali di depan kantor itu. Sales yang berada di sana hanya bisa terdiam melihat kesempatan ia raib karena kesalahan kecil yang dia lakukan.

Seorang yang mengset resolusinya dengan benar, mungkin melakukan afirmasi setiap hari. Mengingatkan dirinya untuk selalu berusaha mengejar resolusi tersebut. Pada akhirnya akan ditawarkan kesempatan dalam hidupnya. Dan saat kesempatan itu datang maka ia akan mampu bertindak sejalan dengan resolusi yang ia miliki.

Salam sukses,
Windalfin

Seni dan manfaat mendengar

Kata pertama keluar dari mulut kita dan orang tua kita yang mendengar kata pertama kita tersebut begitu gembira pada fakta bahwa kita dapat berbicara. Mulai saat itu kita terus-menerus diajarkan untuk berbicara. Kita mulai menghafalkan alfabet dengan bantuan lagu. Kita diajarkan tata bahasa yang benar dan sopan saat berbicara.

Sering terlupakan bahwa ada satu kemampuan lagi yang sering terlewatkan oleh orang tua dan guru-guru kita. Kemampuan ini adalah kemampuan yang dimiliki hampir semua orang sejak ia lahir. Kita sendiri menganggap diri kita sudah ahli dalam menggunakan kemampuan yang satu ini, khususnya karena kita sudah menggunakannya sejak kecil sampai dewasa. Kemampuan ini adalah mendengar.

Oke, memang benar kita semua dapat mendengar bila kita tidak memiliki kekurangan secara fisik. Namun, apakah kita benar-benar mendengarkan saat kita mendengar. Apa yang saya maksud dengan mendengar disini adalah yang sering disebut mendengar secara aktif (active listening).

Kita sering melupakan kalau mendengar merupakan hal yang sangat penting khususnya bagi kita makhluk sosial. Amess, Maissen, dan Brockner dalam journal of research in personality membuktikan bahwa ternyata mendengar juga dapat meningkatkan kemampuan persuasif kita dan juga meningkatkan pengaruh kita terhadap orang lain. Jadi bagi mereka yang berada di industri penjualan tentu harus mulai semakin memperhatikan hal ini.

Dalam sebuah artikel di Mckinsey Quarterly, Bernard Ferrari menyatakan bahwa ada tiga kebiasaan yang dimiliki oleh seorang eksekutif, konsultan dan ahli bedah, dengan mempelajari tiga kebiasaan ini anda akan dapat meningkatkan kemampuan mendengar anda. Ketiga kebiasaan tersebut adalah


  • Menghormati orang lain : Seorang pendengar yang baik tahu bahwa dengan mendengarkan kita akan mendapat informasi yang berharga. Dengan mendengarkan dan membuat orang tahu bahwa kita menghormati pendapat dia, kita akan meningkatkan hubungan kita menjadi lebih baik.
  • Mendengar lebih banyak daripada bicara: Gunakan hukum Pareto 80/20 dengan baik saat mendengarkan. Kita bisa memakai 80% waktu kita untuk mendengar dan 20% waktu kita untuk berbicara. Gunakan 20% waktu ini dengan baik-baik, pakailah untuk bertanya pertanyaan yang dapat menggali informasi dan mengarahkan pembicaraan ke arah yang baik. Teknik yang sangat terkenal dalam hal ini adalah pacing-leading.
  • Pertanyakan asumsinya: Sebagai pendengar yang baik kita harus selalu mencari tahu dan mempertanyakan asumsi/generalisasi yang digunakan. Lakukan chunk down dan chunk up seperlunya. Chunk down secara sederhana adalah mempertanyakan detail sedangkan chunk up adalah menggerakkan pembicaraan ke topik yang lebih general. Meta-model yang dilakukan Gandalf adalah contoh dari Chunk down.
Menjadi pendengar yang baik sama layaknya mempelajari sebuah teknik atau ilmu, memerlukan waktu dan latihan. Salah satu hypnotherapist dalam sebuah forum pernah mengatakan bahwa teknik terbaik yang ia miliki adalah ilmu mendengarkan. Mendengarkan juga terbukti mampu membuat hubungan kita dengan pasangan atau teman-teman kita menjadi lebih akur dan baik dan membangun. 

Selamat mendengar,

"Lawan kata dari mendengarkan bukanlah berbicara, melainkan menunggu" Fran Lebowitz



    Gandalf ahli NLP



    "Selamat pagi!" salam Bilbo, dan ia benar-benar bermaksud seperti itu. Matahari yang bersinar dan rerumputan yang hijau. Namun Gandalf menatap Bilbo dari bawah alis panjangnya.

    "Apa maksudmu?" katanya. "Apakah kamu mengharapkan saya pagi yang baik, atau hari ini adalah pagi yang baik, meskipun saya menginginkannya atau tidak; atau kamu merasa baik pagi ini; atau ini pagi baik untuk menjadi baik?"

    "Semuanya iya," kata Bilbo. "Dan sebuah pagi yang indah untuk dinikmati dengan sebatang tembakau.

    ...

    "Selamat pagi!" akhirnya ia berkata. "Kita tidak memiliki pertualangan di sini, terima kasih! Anda bisa mencoba di balik bukit atau di seberang lautan." Dari sini ia bermaksud mengakhiri pembicaraan.

    "Banyak sekali hal yang kamu sampaikan dengan selamat pagi!" kata Gandalf. "Sekarang kamu bermaksud untuk mengusir diriku, dan itu tidak akan baik sampai saya pergi."


    Mereka yang sudah menonton film terbaru yang diangkat dari novel Tolkien ini mungkin mengenal dialog di atas. Sebuah percakapan yang sederhana namun ternyata begitu menarik untuk diperhatikan.

    Kita sering sekali mengatakan sesuatu tanpa kita sadari artinya atau maksud dari kata-kata tersebut. Misalnya kita bertemu dengan seseorang di jalanan atau di sebuah pesta, kita sering bertanya "apa kabar?" meskipun kita sebenarnya tidak begitu peduli dengan jawaban dia. Kalau bahasa asiknya 'basa-basi'.

    Pertanyaan Gandalf terhadap Bilbo bila dilihat dari kacamata NLP merupakan sebuah intervensi yang menarik yang disebut sebagai meta-model yang merupakan model pertama dalam sejarah perkembangan NLP. Model ini dikembangkan dengan memodel tiga terapis yang sangat sukses yaitu Fritz Perls, Milton Erickson, dan Virgiana Satir.

    Dilts dan DeLozier mengatakan bahwa prinsis dasar dari meta-model adalah gagasan dari Korzybski yang berbunyi "The map is not the territory" yang berarti peta bukanlah wilayah sebenarnya.

    Meta-model diciptakan untuk menantang keterbatasan dari peta pikiran dari klien yang datang ke terapis untuk mengubah diri mereka melalui proses terapi. Dengan penggunaan pattern dalam meta-model, klien diajak untuk melebarkan dan merevisi peta pikiran mereka yang di dalamnya terdapat jebakan, kelemahan dan keterbatasan yang mencegah mereka untuk berubah ke kepribadian yang lebih membangun.

    Kita akan menemukan bagaimana logika pemikiran seseorang dengan melakukan proses meta-model. Kita akan menemukan bagaimana seseoang memberikan alasan untuk setiap perbuatan mereka dan bagaimana mereka menggeneralisasi semua kejadian yang terjadi pada mereka.

    Generalisasi terjadi karena kita tidak mungkin mengingat segala hal yang terjadi pada kita secara mendetail. Untuk itu kita melakukan proses penghapusan dan distorsi untuk mengkategorikan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita.

    Seseorang dapat dengan mudah mengkategorikan sesuatu sebagai baik dan sesuatu sebagai tidak baik hanya karena generalisasi yang telah tertanam dalam pikiran mereka. Misalnya mereka yang pernah dipaksa temannya untuk bergabung dengan MLM mungkin akan mengatakan kalau semua agen MLM itu pemaksa.

    Meta-model ini mampu melihat bagaimana seseorang mengdistorsi atau menghapus data-data yang ada demi menjaga generalisasi yang telah mereka miliki. Dari pembedahan ini kita dapat membawa seseorang atau diri kita untuk melihat banyaknya kemungkinan dan kesempatan yang ada yang tadinya kita tidak ketahui.

    Selamat pagi






    Meditasi dan manfaatnya

    Dalam artikel Introduction to Meditation saya menulis bagaimana langkah-langkah yang ada dalam meditasi dan apa saja tahap-tahap yang mampu dicapai oleh meditasi menurut prinsip buddhisme. Kali ini kita akan membicarakan hal yang lebih umum yaitu fungsi meditasi itu sendiri.

    Pada negara barat meditasi kini menjadi sebuah hal yang ngetrend. Banyak orang yang mulai belajar ilmu meditasi karena banyaknya manfaat yang dapat diberikan dari praktik ini. Para peneliti pun mulai mencari-cari apa sebenarnya fenomena meditasi ini. 

    Beberapa peneliti mengundang praktisi meditasi dari India ke laboratorium mereka. Lalu mereka menggunakan banyak alat canggih mulai dari FMRI, PET, SPECT dan banyak alat lain lagi. Semua ini dilakukan atas dasar rasa penasaran para ahli otak mengenai apa yang terjadi pada otak dan pikiran manusia saat mereka melakukan meditasi.

    Meditasi sudah dipraktikkan sejak jaman kuno dan terus berkembang hingga sekarang. Terdapat banyak sekali teknik-teknik dalam meditasi, baik yang statik maupun yang bergerak. Untungnya secara luas, teknik meditasi dapat dibagi menjadi dua kategori: meditasi menggunakan fokus/atensi (Samatha) dan meditasi menggunakan kesadaran (Vipassana).

    Dalam meditasi fokus/Samatha kita mengarahkan kesadaran kita kepada sebuah objek yang biasa disebut sebagai objek meditasi misalnya nafas atau suara. Dari fokus tersebut kita akan mencapai keadaan hening dan tenang. 

    Sedangkan dalam meditasi kesadaran, meditator akan menyadari segala hal yang terjadi di sekelilingnya, namun tidak bereaksi atas stimuli yang ada. Tujuan dari meditasi kesadaran adalah membuat praktisinya melihat segala hal sebagaimana adanya. 

    Mungkin beberapa dari anda pernah juga melakukan meditasi sambil mendengarkan musik. Saya juga sempat melihat banyak cd-cd musik relaksasi untuk meditasi yang dijual di toko-toko. Praktik meditasi sambil mendengarkan musik mungkin muncul karena banyaknya para praktisi pengobatan alternatif sering memutarkan lagu yang merilekskan dalam sesi mereka. Lagu-lagu yang membuat rileks inipun dikenal sebagai lagu meditasi. 

    Dalam praktiknya sebaiknya seorang meditator tidak menggunakan musik sebagai obyeknya. Salah satu tujuan meditasi adalah melepas dan menemukan kebahagiaan dalam diri kita, sedangkan musik memiliki efek menarik perhatian dan melekat di pikiran kita. Kita bisa saja merasa bahagia saat mendengar musik tersebut, namun kebahagiaan tersebut bukanlah dari melepas melainkan dari kemelekatan. Dan kebahagiaan dari kemelekatan bukanlah kebahagiaan sejati yang ingin kita dapatkan dari meditasi. 

    Selain mendapatkan kebahagiaan sejati tersebut, meditasi juga dapat membuat kita lebih sehat baik secara fisik maupun secara mental. Kita tahu bahwa stress adalah salah satu penyebab dari banyak penyakit mematikan. Dan meditasi dikatakan mampu menurunkan tingkat stress baik orang yang sehat maupun mereka yang sedang sakit.

    Desbordes, Nagi, Pace dan timnya meneliti bagaimana efek meditasi terhadap penjagaan emosi manusia setelah keluar dari keadaan meditasi. Dalam penelitian itu peserta diminta untuk bermeditasi 20 menit tiap harinya. Alhasil setelah dicek ditemukan bahwa para peserta mengalami penurunan aktivitas pada Amygdala (bagian otak yang berfungsi mengatur emosi, ingatan dan perhatian) saat ditayangkan gambar-gambar yang positif, netral maupun gambar yang negatif.

    Peserta juga diminta untuk mengisi kuesioner mengenai depresi dan ketegangan sebelum mereka memulai program, dan ditemukan juga mereka yang melakukan meditasi mengalami penurunan dalam tingkat depresi mereka.

    Melihat banyaknya manfaat dari meditasi, mungkin anda mulai bertanya-tanya bagaimana cara bermeditasi yang baik. Saat ngobrol dengan beberapa klien, saya menemukan bahwa banyak klien saya yang tertarik untuk melakukan meditasi namun kurang tahu caranya atau bertanya-tanya apakah cara yang selama ini mereka gunakan sudah benar atau belum. Bila anda belum membaca artikel meditasi saya sebelumnya. Saya sarankan untuk membacanya di sini untuk mendapat pemahaman lebih banyak mengenai meditasi.

    Salam hening...


    Is it good being good?


    Sebuah pertanyaan dilontarkan di status facebook seorang teman saya bertanyakan: Apakah baik menjadi baik? Pertanyaan ini membuat saya sedikit berfikir dan kemudian langsung bertanya-tanya. Apakah benar baik untuk manjadi baik, ataukah kadang-kadang baik itu jangan-jangan malah buruk? Bahkan dalam ranah positive psychology yang meneliti tentang bagaimana membuat hidup yang baik menjadi lebih baik menyatakan bahwa hal seperti memaafkan, bersyukur, bersemangat dalam kehidupan sehari-hari baik untuk diri kita. Tidak lupa untuk memiliki pandangan positif mengenai masa depan kita yang akan membuat kita menjadi lebih bahagia. Apakah ini benar?

    Sayangnya jawabannya tidak sesimple itu. Benar adanya pemikiran positif akan masa depan kadang mampu memberikan kebahagiaan bagi diri kita, sayangnya hal ini bukanlah hal yang baik bila anda sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam sebuah bisnis. Benar adanya tindakan memaafkan merupakan tindakan yang pada umumnya baik, Namun hal ini tidak berlaku bila orang yang kita maafkan terus mengulangi kesalahan yang sama.

    Karena kita semua ingin bebas dari duka, maka apa yang dapat kita lakukan untuk merasa lebih baik? Dalam artikel Amie Gordon yang mengutip Mcnulty dan Fincham dalam "How do we take the positive out of positive psychology?" Dikatakan bahwa ada baiknya kita tidak menganggap sikap "positif" seperti baik hatisebagai sikap yang selalu baik untuk orang lain. Melainkan kita perlu melihat lebih dalam seperti kapan, di mana, untuk siapakah sikap baik hati bisa membantu mereka untuk menjadi lebih bahagia dan sehat. Mereka menyarankan tiga pendekatan yang sedikit saya ubah:

    1. Melihat konteks: Sebuah sifat "positif" dalam satu konteks belum tentu positif dalam konteks lainnya. Bahkan bisa saja sifat tersebut bisa membahayakan kebahagiaan kita. Misalnya bila kita memiliki pasangan yang kadang lupa mematikan lampu, maka memaafkan dia bisa saja meningkatkan hubungan kita, apalagi bila dia tahu bahwa dia salah. Sedangkan dalam konteks lainnya bila kita memiliki pasangan yang sering meremehkan kita di depan teman-temannya dan tidak merasa bersalah melakukan hal tersebut. Maka sikap memaafkan bukanlah jalan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. 
    2. Melihat siapa yang kita bicarakan: Tidak semua orang atau semua pekerjaan akan berjalan baik dengan sifat "positif". Seorang klien saya anggap namanya Indra adalah pengusaha sukses. Ia datang ke ruang terapi bukan karena kemauan dia melainkan karena diminta oleh pasangannya karena mereka merasa bahwa ia tidak mau bersifat optimisme dan sudah menolak banyak usaha yang ditawarkan padanya. Dia membicarakan dengan saya bahwa dia bukannya seorang yang melulu pesimis, melainkan dia mengevaluasi peluang dan resiko dari bisnis tersebut dan merasa bahwa resikonya lebih besar daripada peluang. Saya sebagai seorang investor juga setuju pada pandangan tersebut bahwa kadang negative thinking merupakan sifat yang penting bagi pengusaha untuk melihat peluang dan resiko sebuah investasi.
    3. Lihat jangka panjang: Bila orang tua memiliki anak yang doyan makan dan tahu bahwa anaknya sudah makan terlalu banyak namun orang tua tersebut memilih untuk terus membiarkan anaknya makan karena kalau diminta berhenti anaknya akan ngambek, mungkin akan merasa gembira karena menghindari konflik. Namun, dalam jangka panjang saat anak itu kelebihan berat badan, anak tersebut belum tentu puas akan kesehatan yang dimilikinya atau bentuk tubuhnya.
    Sekarang ini buku-buku motivasional banyak membicarakan tentang penting berfikir positif, menjadi lebih baik hati, menjadi lebih memaafkan. Hal ini tidaklah buruk, namun dengan mengetahui bahwa tindakan seperti memaafkan dan kebaikan hati bukan berarti hal yang baik untuk setiap orang. Maka kita perlu menjadi lebih hati-hati dalam memilih tindakan kita. Kita harus menjadi lebih skillful sehingga bisa memilih kapan hal "positif" mampu menghasilkan buah yang baik.
    Saya akan mengakhiri dengan sebuah cerita:
    Suatu hari Buddha bertanya kepada murid Sariputta:
    "Sariputta, anggaplah di sebuah kota dalam sebuah negara ada seorang yang sangat kaya. Ia masih muda dan kekayaannya tidak dapat diukur. Ia memiliki banyak tanah, rumah dan pelayan. Rumahnya begitu besar dan luas, namun hanya memiliki sebuah gerbany. Banyak sekali orang yang hidup di rumah tersebut- seratus, dua ratus, atau mungkin lima ratus orang hidup di rumah tersebut. Balai rumah dan kamarnya sudah tua dan mulai membusuk, temboknya rapuh, pilar-pilar yang berada di dasar rumahnya tidak lagi seimbang. Tiba-tiba saat itu terjadi kebakaran besar yang memakan seluruh rumah tersebut. Anak dari orang kaya tersebut ada sepuluh, dua puluh, atau bahkan tiga puluh anak, ada di dalam rumah tersebut. Saat orang kaya tersebut melihat api yang melahap rumahnya, ia terkejut dan merasa takut dan berfikir dalam hati, saya dapat kabur dengan selamat melewati pagar yang terlahap api tersebut, Namun anak-anak saya ada di dalam rumah sedang bermain, tidak sadar akan api yang mendekati mereka. penderitaan dan rasa sakit mendekati mereka, namun pikiran mereka tidak sadar akan hal itu dan tidak mencoba untuk kabur."
    "Sariputta, orang kaya ini berfikir, saya memiliki tubuh yang cukup kuat. Saya bisa membungkus mereka dengan jubah atau menaruh mereka di sebuah bangku dan membawa mereka keluar dari rumah. Dan sekali lagi ia berfikir, rumah ini hanya memiliki satu gerbang, dan lagi gerbang itu kecil dan sempit. Anak saya masih sangat muda, mereka tidak mengerti, dan mereka sangat suka bermain, saking asiknya bermain mereka kemungkinan besar akan terbakar oleh api. Saya harus menjelaskan mengapa saya takut dan khawatir. Rumah ini sudah terbakar dan saya harus membawa mereka keluar tanpa membuat mereka terbakar! Berfikir sekali lagi, ia mengikuti rencananya dan memanggil semua anaknya, dan berkata "Kalian harus segera keluar sekarang!" Sayangnya anak-anak tersebut terlalu fokus pada permainan mereka dan tidak menghiraukan ayahnya. Mereka tidak khawatir, tidak takut dan tidak terpikirkan untuk keluar dari rumah. Lebih lagi mereka tidak mengerti apa itu api, apa itu rumah, dan apa itu bahaya. Mereka terus fokus pada permainan mereka dan tidak menghiraukan himbauan ayah mereka."
    "Saat itu orang kaya itu berpikir: rumah ini sudah terbakar oleh api besar. Jika saya dan anak-anak saya tidak keluar segera, kita pasti akan terbakar. Saya harus memikirkan sebuah cara yang ahli (skillful) untuk membawa mereka ke tempat yang aman. Sang ayah mengerti anak-anaknya dan tahu mainan apa saja yang disukai anak-anaknya. Dan ia berkata pada mereka, "Semua permainan yang kalian miliki sangat langka dan sulit dicari. Jika kamu tidak ambil saat kamu bisa, kamu akan menyesal di kemudian hari. Misalnya , mainan seperti gerobak kambing, gerobak rusa dan gerobak sapi. Mereka ada di luar pagar sekarang di mana kamu bisa memainkannya. Jadi kamu harus keluar dari rumah yang terbakar ini segera. Lalu apapun yang kamu mau, Aku akan berikan semuanya padamu!' "
    "Saat itu juga, anak-anak tersebut mendengar apa yang dikatakan ayahnya mengenai mainan langka tersebut, dan hal itu merupakan apa yang mereka inginkan, mereka langsung lari dengan cepat keluar dari rumah yang terbakar itu. Sang ayah pun menghadiahkan anak-anaknya dengan sebuah kereta berhiaskan permata yang ditarik oleh sapi putih."
    Saat Sang Buddha bertanya kepada Sariputta apakah sang ayah telah bersalah atas kebohongannya, ia menjawab.
    "Tidak, Buddha. Orang kaya ini hanya mencari dan menggunakan cara yang memungkinkan anak-anaknya untuk keluar dari api dan menyelamatkan hidup mereka. Ia tidak melakukan kebohongan. Mengapa saya mengatakan ini? Karena saat mereka dapat mempertahankan hidup mereka, lalu mereka mendapatkan permainan yang dijanjikan, Dan mereka dengan sebuah tindakan yang bijaksana telah diselamatkan dari rumah yang terbakar!"

    Penderitaan itu apa sih?

    Galau entah kenapa menjadi kata yang sangat popular akhir-akhir ini. Setahun yang lalu saya berangkat ke China untuk melanjutkan studi saya, masih teringat dalam benak saya bahwa pada saat saya pergi kata galau hanya diucapkan oleh teman-teman saya yang wong jowo. 

    Begitu pulang dari China kata galau ini nampaknya telah meraja-lela entah berkat apa. Mari kita kupas galau itu apa sih? menurut kamus besar Bahasa Indonesia galau dalam konteks ini artinya kacau tidak karuan. Jadi saya mengartikan bahwa kebanyakan orang Indonesia saat mengatakan galau itu mengacu pada perasaan galau. Dimana artinya perasaan mereka sedang tidak karuan yang akhirnya menuju pada penderitaan batin. 

    Manusia dalam hidupnya sering mengalami penderitaan, namun jarang yang bertanya-tanya apa sih penderitaan itu? kebanyakan dari kita hidup yah jalani saja. Kita sering tidak peduli dengan apa asal dari perasaan tidak enak yang saya hadapi ini. Penderitaan nampaknya merupakan sesuatu yang sudah ter-install dalam diri kita dan tidak dapat dihilangkan. Bahkan Eric Cassell seorang ahli medis mengatakan bahwa walaupun tugas seorang ahli kesehatan adalah mengurangi/menangani penderitaan pasiennya, sangat jarang sekali penelitian yang berkenaan dengan topik ini. 

    U Kyaw Min seorang ahli Abhidhamma (ilmu yang mempelajari tentang pikiran manusia) membuat formulasi matematika yang dapat mengukur tingkat penderitaan.

    Penderitaan(kepuasan) =      Keinginan yang terpenuhi     
                                               Total dari seluruh keinginan

    Bila hasilnya lebih dari satu maka anda mengalami kepuasaan, bila hasilnya dibawah satu maka kita mengalami penderitaan.

    Misalnya jumlah keinginan adalah 70 dan jumlah keinginan yang terpenuhi adalah 50. Maka 50/70= 0.71 maka artinya kita menjadi menderita. Untuk mendapatkan kepuasaan maka kita bisa meningkatkan jumlah keinginan yang terpenuhi menjadi 70 atau kita bisa mengurangi total dari seluruh keinginan menjadi 50. Saat itu salah satu dari dua hal tersebut terjadi anda akan mengalami kebahagiaan setidaknya sampai anda memiliki keinginan baru yang ingin dipenuhi.

    Anda mungkin sudah menyadarinya bahwa apa yang saya maksud dengan penderitaan diatas adalah penderitaan batin. V. E. Frankl seorang ahli psikologi membagi penderitaan menjadi beberapa kategori yaitu
    1. Penderitaan fisik
    2. Penderitaan batin
    3. Penderitaan spiritual
    Penderitaan fisik dikatakan adalah penderitaan yang tidak dapat dihindari. Saya juga menyarankan untuk tidak menghindari sakit fisik. Alasan saya menggunakan kata sakit disini adalah karena sakit belum tentu menderita. Saat kita mengalami sakit kita bisa saja hanya merasakan sakit tersebut dan tidak menderita karena sakit tersebut. 

    Tentunya sebagai hypnotherapist saya tahu bahwa perasaan sakit dapat dihilangkan dengan cara tertentu. Hypnotherapy memiliki banyak teknik yang dapat meredakan rasa sakit fisik ini. Lalu mengapa tidak dihilangkan? 

    Pasalnya karena rasa sakit merupakan sinyal adanya sesuatu yang tidak beres. Rasa sakit memberikan sinyal pada diri untuk memperbaiki sesuatu. Untuk itulah rasa sakit menjadi penting. Bagi hypnotherapist yang aktif menerapi orang saat anda melakukan terapi anestesia sebaiknya selalu didampingi seorang ahli medis kecuali bila anda sendiri terlisensi untuk melakukan kegiatan medis. 

    Penderitaan lainnya adalah penderitaan batin dan spiritual. Ketiga penderitaan ini dapat dibantu dengan mengetahui apa hal yang menyebabkan orang yang menderita semakin menderita. Shizen Young seorang pengajar Buddhist membuat sebuah formula matematika untuk menjelaskan hal ini:

    Penderitaan = Sakit X Perlawanan (Suffering = Pain X Resistance)

    Mari kita masukkan angka untuk menjelaskan rumus diatas. Anggaplah anda sedang merasakan sakit, dari skala 1 sampai 100 berapakah rasa sakit anda? anggaplah 70. Lalu sekarang kita ukur seberapa anda menahan rasa sakit tersebut, anggaplah anda menahannya dengan level sekitar 50. Maka penderitaan yang anda alami adalah 70 dikali 50 yaitu 3500. Sekarang anggap anda mengalami sakit sebesar 70 dan anda tidak menahan atau melawan rasa sakit tersebut. Alhail 70 dikalikan 0 adalah 0. Tidak ada penderitaan. 

    Konklusinya adalah rasa sakit adalah sesuatu yang pasti, tidak ada orang yang hidup tidak merasakan rasa sakit. Namun kita bisa memilih untuk menderita atau tidak. Dan cara untuk menjadi bahagia adalah bukan dengan melawan rasa sakit tersebut. Tetapi dengan menerima rasa sakit itu, mendengar rasa sakit itu, menyadari rasa sakit itu dan membiarkan rasa sakit itu pergi. Alhasil anda tidak akan pernah menderita lagi.

    Dengan mengetahui apa itu penderitaan kita, maka seharusnya kita menjadi sadar atas apapun penderitaan yang kita rasakan. Dan dari situ kita mulai berfokus dimasa kini dan menikmati hidup yang ada sambil menuju pada impian/keinginan yang membangun. 

    Salam,
    Windalfin Culmen
    Consultant Hypnotist

    Meditasi mencapai kebahagiaan

    Meditasi mencapai kebahagiaan adalah sebuah catatan pendek mengenai meditasi yang secara khusus saya tulis untuk sharing mengenai meditasi dengan mahasiswa buddhist di UPH. Perlu dicatat bahwa apa yang tertulis disanalah adalah ide yang saya setujui dan bukan berarti merupakan yang paling benar.

    Dalam beberapa bagian dari artikel saya juga menggunakan translasi dari bahasa Pali ke bahasa Inggris atau bahasa Indonesia yang sesuai dengan pengertian pribadi saya.


    Anda dapat mengunduh catatan pendek tersebut di:

    Meditasi mencapai kebahagiaan

    Maaf bila ada kesalahan kata

    Windalfin CH
    Mind Consultant

    Living in the present

    I have read many short stories, and one of my favorite writer is Anthony De Mello's, and let me start this article with a story from Anthony De Mello called "Best Tea in Japan" :

    There was a group of elderly gentlemen in Japan who would meet to exchange news and drink tea. One of their diversions was to search for costly varieties of tea and create new blends that would delight the palate.

    When it was the turn of the oldest member of the group to entertain the others, he served tea with the greatest ceremony, measuring out the leaves from a golden container. Everyone had the highest praise for the tea and demanded to know by what particular combination he had arrived at this exquisite blend.

    The old man smiled and said, "Gentlemen, the tea that you find so delightful is the one that is drunk by the peasants on my farm. The finest things in life are neither costly nor hard to find."



    People often search for good things in life, they might travel to many places, work very hard to find it, searching it from east to west of the world, and some actually found what they are searching, some end up with disappointment.

    I remember a book called 'The Alchemist" written by Paulo Coelho, correct me if i am wrong its a story about a young boy who travel to many places to find treasure and finally find it at his home. I don't really remember it since i read it long time ago. Why don't you go to bookstore and buy it. Its a good read.

    In my article about emotion (Indonesian Language) i stated that a way to live happily is to live in the present. If we live in the present we are not affected by the past and agitated by the unknown or we often called the future.

    As people are searching for treasure to many place, Sometime we will found the most important treasure is what we have at home, maybe our family, our friends, our work, our book, and ourselves.  I remember a very popular story about a fisherman and a businessman:

    One afternoon, a very wealthy businessman came to one beach to relax. He saw one fisherman using his net to catch some fish. The fisherman is very skillful that with each throw he would get a lot of fish. Seeing this as an opportunity the businessman approached him.
    Businessman -You sure have great skill there. If you want, I can loan you some money for you to start your business.
    Fisherman – Really? I am not that good with business, you tell me what should I do with the money
    Businessman – You could buy a boat so you will be able to catch more fish
    Fisherman – Then what?
    Businessman – With more fish, you can hire more people to help.
    Fisherman – Then what?
    Businessman – You can then afford to buy a bigger boat and employ people to work for you
    Fisherman – Then what?
    Businessman – (Getting annoyed) Then you can quit your job and spend more time with
    your family. Isn’t that what we want in the end?

    Fisherman – Why bother doing all that when I am now already spending most of my time with my family. Thank you for the offer.
    Businessman – (silence)

     
    When one door closes another door opens; but we so often look so long and so regretfully upon the closed door, that we do not see the ones which open for us.  ~Alexander Graham Bell

    That's it for this time, hope you all enjoy it and sorry for my english.


    Windalfin CH
    Consultant Hypnotist

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review