Video Martin St James Seorang hipnotis yang hebat

Untuk mengenang kepergian salah satu hypnotist yang sangat hebat Martin St James, di sini saya bagikan beberapa video-video performancenya (dapat dicari juga di Youtube)


Mengubah rasa Wasabi jadi Es Krim Coklat Mint dengan Hypnosis. 


Martin memperlihatkan bagaimana hypnosis dapat mengubah bagaimana indera kita bereaksi terhadap stimulus luar. Hal ini dibuktikan dengan mesin EEG yang dipasangkan ke peserta yang memakan wasabi namun mengira bahwa itu adalah Es Krim Coklat.




Mengubah sesuatu terlihat seperti hal lainnya adalah hal yang sudah biasa dalam pertunjukan hipnosis, Di acara ini Martin menjadi kreatif dan membuat setiap orang menghalusinasikan barang yang ia pegang. Dari Sepatu menjadi anjing, Timun menjadi Mawar dan Lemon menjadi buah Peach.


Selamat menikmati.

Windalfin
Mind Consultant

Renungan tentang kebebasan

Bila kita menanyakan apa makna kata bebas menurut anda maka kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. Ada orang yang mengatakan bahwa kebebasan adalah bebas untuk berkelana ke seluruh dunia, melakukan hal-hal menyenangkan tanpa perlu memikirkan tentang uang. Beberapa orang mengatakan bebas adalah dapat berkumpul bersama orang-orang yang sepikiran dan dapat membuat dirinya bebas dalam mengutarakan apa yang ada di pikirannya.

Kebebasan menurut Cambridge Dictionary adalah kondisi dimana kita dapat bertindak tanpa adanya halangan atau hambatan apapun. Dan daripada mengatakan bahwa kebebasan bagi setiap orang itu berbeda, saya lebih senang mengatakan bahwa setiap orang menghargai hal yang berbeda dan karena itulah mereka memiliki definisi kebebasan yang berbeda.

Saat seseorang sedang terjebak dalam hutang, maka makna kebebasan dirinya kemungkinan besar adalah bebas finansial. Bahkan saya menduga alasan topik bebas finansial sangat populer di Amerika adalah karena kebanyakan penduduk Amerika terjerat dalam hutang.

Sedangkan seorang pemuda yang dipaksa ibunya untuk belajar mungkin mengatakan kalau kebebasan adalah kemampuan untuk dapat bermain bersama temannya, menuangkan hobinya, atau melakukan apapun yang ia ingin lakukan.

Dan seperti orang-orang lainnya, kita semua juga memiliki apa yang kita anggap penting saat ini atau sesuatu yang kita ingin lakukan saat ini, namun kita belum dapat menikmatinya karena tertahan oleh suatu hambatan.

Sebagai contohnya ada orang yang ingin memiliki kebebasan finansial, setelah mengikuti seminar dan pelatihan, ia pun mengkonklusikan bahwa untuk mendapatkan hal tersebut ia harus memiliki apa yang dinamakan Passive Income atau penghasilan yang terus mengalir ke kantongnya meski ia tak bekerja. Trainernya mengatakan bahwa ia harus mengalirkan arus kas-nya ke kolom aset daripada ke kolom liabilitas.

Ia pun pulang dari seminar itu dengan wajah senang, dalam dirinya sudah terbayang apa yang ingin ia lakukan setelah mencapai kebebasan finansial, ia ingin pergi ke Eropa dan tak hanya itu, ia juga akan membiayai seluruh keluarganya untuk pergi bersamanya. Setelah sampai ke rumah ia pun berbicara dengan istrinya mengenai semua ilmu yang ia dapatkan dari trainernya ini. Istrinya pun menjawab

"Utang KPR kita belum lunas, gaji pas-pasan, anak sebentar lagi mau kuliah, kamu gak punya pengalaman dalam investasi, emergency fund (uang darurat) kita belum mencukupi, bagaimana mau beli aset?"

Saat itu sang suami yang tadinya semangat langsung lemas karena menyadari bahwa kebebasan finansial yang tadinya terlihat di depan mata menjadi terhalangi dengan semua masalah yang harus ia hadapi sebelum mencapai kebebasan itu. Bila kebebasan dapat dihitung dengan skala 1 - 10 di mana 10 adalah sangat bebas dan 1 adalah sangat tidak bebas maka, Maka perasaan bebas sang suami tiba-tiba berkurang dari 10 menjadi 3.

Cerita di atas sangatlah menarik, karena saat ia pulang dari seminar membawa ilmu-ilmu barunya, saat itu kemungkinan ia merasa bebas meski pada kenyataannya sebenarnya ia memiliki banyak hal yang harus ia benahi dalam kehidupan finansialnya. Sedangkan ia kembali terpenjara dalam ketidak-bebasan saat menyadari bahwa ia ternyata belum bebas.

Perasaan Bebas


Berbeda dengan bebas melakukan sesuatu, perasaan bebas dapat kita rasakan bahkan sebelum mendapatkan apa yang kita inginkan. Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita kembali ke hal mendasar. Secara sederhana motivasi seseorang terpengaruh oleh 4 hal, Hadiah, Hukuman, Pembatasan dan Pemaksaan. 

Saat kita membicarakan hadiah di sini, kita tak hanya membicarakan reward yang sifatnya material, reward bisa saja hanya sekedar senyuman kecil, tepukan dipunggung, ucapan terima-kasih dan sebagainya. Hukuman adalah sesuatu yang akan kita derita bila kita tak melaksanakan sesuatu, pembatasan adalah seperti saat ibu kita melarang kita untuk makan donut setiap hari dan pemaksaan adalah seperti saat seorang anak diminta untuk makan padahal ia sedang tidak mau makan.

Kita secara sadar maupun tidak sadar menggunakan keempat faktor tersebut saat kita meminta orang lain atau diri kita sendiri untuk melakukan sesuatu. Misalnya saat kita diminta oleh teman kita untuk membantunya mengantarkan barang, ia berjanji akan mentraktir anda makan bila anda membantunya. Saat itu anda merasa rewards yang ia tawarkan pantas dengan apa yang perlu anda lakukan, anda pun membantu teman anda dengan senang hati. 
Sungguh menarik bahwa saat kita diminta untuk melakukan sesuatu dengan janji untuk diberikan reward, kita tidak akan merasa bahwa perasaan bebas kita dirampas atau berkurang. Kita akan melakukan hal itu karena merasa bahwa kita melakukannya untuk diri kita sendiri dan untuk itu anda sebenarnya bebas untuk menolak untuk menerima tawaran tersebut.

Sedangkan tiga motivator lainnya Hukuman, Pembatasan dan Pemaksaan akan membuat kita merasa bahwa kebebasan kita telah dirampas. Khususnya pemaksaan, saat kita terancam akan dihukum bila kita melakukan sesuatu, maka kita akan merasa bahwa kebebasan kita sedikit berkurang, bila kita membatasi orang untuk melewati suatu daerah dengan memasang pagar, maka orang itu juga akan merasa kebebasannya sedikit berkurang saja.

Kita merasa kebebasan kita berkurang paling banyak saat kita dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan. Misalnya bila kita ditodong oleh perampok untuk memberikan harta kita, saat itu kita merasa kebebasan kita sangat terkuras.

Sehingga bisa dikatakan bahwa untuk membuat sebuah dunia yang baik maka diperlukan dunia di mana orang-orang di motivasi sebanyak-banyaknya oleh rewards dan sedikit-dikitnya dengan hukuman, paksaan, dan pembatasan.

Sayangnya utopia seperti itu adalah mustahil karena sifat dasar kita saat menerima hadiah. Saat kita ditawarkan hadiah maka kita akan mempertimbangkan apakah hadiah itu sepadan dengan apa yang harus kita korbankan untuk mendapatkan hadiah dan semakin besar titik awal kita maka semakin tinggi pula reward yang diperlukan untuk membuat kita merasa puas.

Misalnya saat kita hanya memiliki 1.000.000 rupiah di tabungan kita dan seseorang menawarkan kita untuk melakukan pekerjaan dengan bayaran 100.000 rupiah per hari namun pekerjaan itu sangatlah berat. Karena kita sedang memerlukan uang dan uang kita sedikit maka kita akan merasa uang tersebut sangat banyak dan akan menerima pekerjaan itu dengan senang hati.

Sekarang bayangkan anda memiliki uang 50 juta rupiah dan ditawari pekerjaan dengan bayaran 100.000 rupiah, maka saat itu anda kemungkinan akan merasa bahwa pekerjaan itu sangat melelahkan namun tidak memberikan imbalan yang cukup.

Dalam kedua kasus di atas meskipun anda dijanjikan imbalan yang nominalnya sama namun pada contoh kedua anda sudah memiliki harta yang cukup besar sehingga imbalan yang dijanjikan terasa tidak begitu memuaskan dibandingkan bila anda berada di kondisi pertama.

Keadaan inilah yang membuat semakin sulit bagi kita untuk menggunakan reward sebagai motivator bagi orang yang sudah memiliki kecukupan. Sehingga lebih mudah menggunakan hukuman, pemaksaan atau pembatasan.

Begitu juga sebaliknya dengan hukuman, bila kita menganggap sebuah hukuman terlalu ringan maka otomatis kita juga akan melakukan pelanggaran karena merasa kita akan mendapatkan kepuasan yang lebih besar bila kita melanggar dibandingkan dengan resiko hukuman yang akan kita terima.

Melihat kondisi-kondisi tersebut maka kita tahu bahwa sebenarnya merasa bebas dan bebas adalah dua hal yang berbeda. Seseorang dapat saja berada di dalam rumah yang indah dan merasa terpenjara dalam kehidupan yang membosankan, namun bisa saja seseorang yang berada dalam penjara setelah merenungkan perbuatannya merasa terbebaskan dari segala beban hidupnya yang ada. Bisa dikatakan bahwa kebebasan bisa saja berasal dari dalam hati tanpa perlu memiliki syarat materi. Orang-orang menyebutnya sebagai psychological freedom.

Kebebasan dari dalam hati


Berbeda dengan definisi freedom sebelumnya, psychological freedom berasal dari dalam diri dan sudah ada sejak kita lahir. Akan tetapi freedom ini lama-lama berkurang dan terkengkang seiring dengan kemelekatan kita terhadap label, nama, karakter, sifat, materi, tahta dan lainnya. 

Kebebasan dari dalam hati artinya anda lepas dari segala label yang melekat kepada diri. Kita lepas dari opini orang lain terhadap kita, kita lepas dari perlunya membuktikan bahwa diri kita hebat, kita bebas dari kesombongan, kemarahan kesedihan, keinginan untuk menang dan banyak hal lagi.

Pencapaian kebebasan dari hati merupakan apa yang dicari oleh banyak orang-orang suci. Mereka bertapa dengan sangat rajin, melatih diri, meditasi dan lainnya untuk mendapatkan apa yang disebut kebebasan dari dalam hati ini.

Tak hanya orang suci, kita orang biasa pun terkadang ingin lepas atau bebas dari belenggu yang ada dalam kehidupan kita. Misalnya orang yang datang ke klinik hipnoterapi Indomind Consulting untuk lepas dari kebiasaan merokok, untuk lepas dari mudah marah, mudah panik, mudah stress dan lainnya.

Keinginan untuk bebas dari hal tersebut kadang lebih kuat dari keinginan kita akan materi sehingga banyak orang yang rela membayar banyak uang untuk belajar dari orang-orang yang mengatakan bahwa diri mereka telah bebas. Banyak orang yang melihat mereka yang lepas dari kemelakatan duniawi itu hebat dan berharap bahwa mereka juga dapat menjadi seperti orang-orang itu. 

Tentunya mereka tak melakukannya karena masih terdapat alasan-alasan yang membatasi mereka seperti orang-tua, saudara atau anak-anak yang harus mereka nafkahi dan rawat. Atau mereka secara bawah sadar masih tak sanggup melepaskan kenikmatan duniawi yang mereka miliki sekarang ini. 

Untungnya kebebasan dalam hati tak harus didapatkan dari menyepi, menjadi biksu hutan, atau menjadi pertapa. Kita bisa mendapatkan kebebasan psikologis dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang perlu kita lakukan adalah melatih diri untuk semakin menyadari apa yang terjadi di dalam diri kita saat kita menerima stimulus dari luar. 

Apakah kita marah bila kita diusili teman kita, bila iya kenapa kita marah? apakah kalau kita marah maka teman yang mengusili kita akan menyesal? apakah marah akan menyelesaikan masalah atau memperumit masalah? Setelah menanyakan respons anda maka saat itu anda dapat memilih untuk marah atau tidak marah. Saat anda melakukan hal ini maka anda memilih untuk menjadi responsif daripada reaktif.

Kebebasan dari dalam hati bukanlah sesuatu yang didapatkan dengan meraih, hal ini hanya dapat didapatkan dengan cara melepas apa yang sudah terprogram di bawah sadar kita sejak kecil. Menjadi bebas secara psikologis berarti anda memilih untuk menjadi orang yang menyadari tindakan yang kita lakukan, bebas dari stimulus-stimulus yang muncul dari dalam maupun luar diri kita. 

Untuk mencapai kebebasan ini bukanlah mudah namun bukan tak bisa dicapai, untuk bila anda juga ingin mendapatkan kebebasan dari dalam hati maka mari kita sama-sama menempa diri membebas hati dari segala belenggu yang kita ciptakan sendiri.



Windalfin
Mind Consultant

Website official saya

Para pengunjung mungkin bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini tidak ada posting baru di Blog ini. Jawabannya karena saya sedang fokus di www.indomind.com situs resmi buat Indomind Consulting. Karena saya gak jago design web jadinya lama banget deh buat bikin tuh website. Selain itu saya juga baru bikin facebook page khusus untuk indomind consulting. Berikut linknya

https://www.facebook.com/IndomindConsulting?ref=hl

Ayok datang dan ngobrol langsung di sana. Dapetin juga info-info pelatihan atau paket-paket hipnoterapi baru di Facebook.

Buat mereka yang like Facebook Indomind akan mendapatkan harga khusus untuk pelatihan hipnotis dan hipnoterapi Indomind Consulting.


carved ice

Suatu hari saya datang ke pesta pernikahan rekan saya. Di pesta tersebut terlihat banyak orang yang mondar-mandir, ada yang mencari makan, ada yang ngobrol dengan temannya, ada juga yang sedang memotret pasangan mempelai yang sudah berdandan cantik dan ganteng di atas panggung yang disoroti cahaya.

Namun, yang menarik perhatianku bukanlah orang-orang yang ada disana, bukan juga makanan-makanan yang disuguhkan disana. Yang menarik perhatianku adalah 2 buah patung es yang berdiri cantik di depan gerbang.

Patung tersebut terpahat begitu indah, tak lupa aku menjulurkan tangan ku untuk memastikan bahwa itu adalah es beneran.

Pesta dimulai, waktu berlalu, aku pun sudah selesai menyantap makanan yang sudah di sediakan. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada patung yang tadi ku lihat. Patung yang tadi berdiri gagah dan cantik, kini telah berubah menjadi seonggok es tak berbentuk.

Beberapa saat kemudian beberapa orang membawa ember kotak berwarna biru, membawa kedua patung tersebut seakan-akan sampah.

Bukankah hal ini sama dengan manusia, kita hidup terbentuk dari partikel-partikel yang menyatu membentuk tubuh kita sekarang. waktu demi waktu, kita menjadi semakin besar, menjadi pria atau wanita yang menarik dilihat orang. Bahkan kadang kita mempercantik diri dengan alat rias atau pakaian yang mahal.

Waktu berlalu tubuh pun semakin melemah, kulit uang tadinya kencang kini menjadi berkerut, wajah yang dulu rupawan kini menjadi jelek. lalu pada akhirnya kita pun menjadi seonggok daging yang tidak bernafas, dimasukkan ke dalam kotak dan dikuburkan ke dalam tanah. Tubuh yang terurai, kembali menjadi tanah.

Hidup ini hanya sebentar, hidup ini tidaklah kekal, gunakan hidup ini yang singkat ini sebaik-baiknya. Dan apa yang terbaik bukan berasal dari berapa banyak yang kita dapatkan, melainkan berapa banyak yang dapat kita beri. Karena tiada apapun yang akan dapat kita bawa setelah kita mati.

Windalfin MBA, CH, CFP
Mind and Money Consultant

Subliminal message benar atau palsu?



Mungkin beberapa dari anda sudah pernah mendengar tentang bagaimana subliminal message yang ditaruh secara tersembunyi di dalam beberapa frame di film yang  anda tonton dapat menentukan aksi anda. Hal ini banyak digunakan di cerita fiksi dimana seseorang dibuat melakukan sesuatu dengan pesan yang hanya dapat dibaca oleh pikiran bawah sadar.


Tidak hanya di film-film, dalam dunia nyata penggunaan subliminal message juga telah digunakan oleh banyak orang untuk banyak hal, seperti iklan, penelitian, dan terapi. pesan subliminal atau pesan bawah sadar ini biasanya merupakan pesan yang tidak akan anda sadari sampai anda diberitahu. Bahkan menurut penelitian oleh Shevrin, semakin anda menyadari subliminal message tersebut, semakin tidak efektif pesan tersebut. 

Subliminal message dapat diberikan dalam banyak bentuk visual dan/atau auditori. Pesan tersebut juga dapat di sembunyikan dengan banyak cara seperti selipan gambar di pita film, suara yang tersembunyi di balik lagu, kata-kata tersembunyi dibalik gambar. 

Pada tahun 1950 dunia sempat dibuat gempar oleh seseorang bernama Vicary. Ia menyatakan bahwa ia berhasil meningkatkan penjualan dari popcorn dan coca-cola dengan cara menyematkan pesan tersembunyi ini di dalam film yang ditayangkan di bioskop. Konsumen marah dan pemerintah mengambil aksi untuk menghentikan pencucian pikiran ini. Untungnya setelah dilacak ditemukan bahwa apa yang Vicary nyatakan hanyalah HOAX untuk menyelamatkan agency periklanan dia. 


Namun, berkat kejadian tersebut banyak penelitian mengenai subliminal stimuli dilakukan oleh para ahli untuk menemukan apakah subliminal messages memang dapat mempengaruhi keputusan seseorang. Apakah subliminal messages memang dapat mempengaruhi emosi seseorang?

Penelitian memperlihatkan bahwa ternyata subliminal messages dapat digunakan untuk membantu orang dalam menghadapi masalah mereka. Penggunaan subliminal messages dalam klien berhenti merokok dan menguruskan badan menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan subliminal messages memiliki rate berhenti dan tidak kembali merokok yang lebih tinggi dibandingkan grup yang tidak diberikan subliminal messages. Begitu juga hal yang sama terjadi pada klien-klien menurunkan berat badan. 

Tidak hanya itu, subliminal messages juga terbukti dapat membantu murid-murid mendapat nilai lebih baik dalam ujian. Dalam percobaan ini murid sebuah kelas diberikan pesan tersembunyi berupa kata-kata positif beberapa kali sebelum ujian. Mereka yang diberikan kata-kata tersebut berhasil mendapat nilai lebih baik dibanding grup yang tidak  mendapatkan pesan tersembunyi tersebut. 

Derren Brown seorang pesulap dari inggris menjelaskan fenomena subliminal messaging ini dengan sulap. Hal ini juga pernah digunakan oleh pesulap Indonesia Rommy Rafael dalam performa dia di acara TV. 


Pada akhirnya saya menemukan bahwa subliminal messages memang dapat bekerja bila diberikan dengan cara yang benar. Dalam sebuah penelitian para peneliti memberikan video yang menyematkan pesan-pesan tersembunyi berupa kata-kata yang terasosiasi dengan perasaan takut. Peneliti menemukan bahwa mereka yang diberikan kata-kata menyeramkan tersebut memperlihatkan aktivitas di bagian Amygdala bagian otak yang berhubungan dengan perasaan takut. 

Jadi mungkin bisa dibilang bahwa Vicary tidak sepenuhnya berbohong. Subliminal messages dapat digunakan untuk mengubah efektivitas perilaku seseorang. Meskipun belum ada bukti nyata bahwa subliminal message berguna untuk proses marketing atau pemasaran. Tapi semua iklan yang menggunakan subliminal messaging sudah dilarang di banyak negara. 

Stress dan cara menghadapinya (part 2)

Dunia tidak selalu berjalan seperti yang kita kehendaki. Selalu ada saja sesuatu yang dapat membuat kita merasa sedih, marah, kesal, cemburu atau emosi lainnya yang mengganggu kita. Kejadian itu bisa saja sekedar kehilangan uang receh atau mungkin juga kehilangan hal berharga dalam kehidupan kita.

Untungnya kita sebagai manusia diciptakan dengan kemampuan untuk bertahan dari kejadian-kejadian tersebut. Para ahli psikologi menamakan kemampuan ini psychological resilience (ketahanan psikologis). Mereka juga menemukan bahwa setiap orang memiliki ketahanan psikologis yang berbeda-beda.

Bila kita bertanya-tanya apa alasan orang-orang tersebut mampu menghadapi kejadian tersebut dengan lebih positif, mengapa mereka dapat mengalami sebuah kejadian yang menjatuhkan mereka dan lalu mampu bangun lagi untuk menjadi lebih baik? Bukankah kita juga sering mendengar cerita-cerita sukses seperti Lance Armstrong (walaupun gelarnya telah dicabut karena kasus doping) yang mampu menghadapi kejadian yang menimpanya dan malah meraih gelar juara 7 kali berturut-turut.

Apa yang sebenarnya membedakan orang-orang ini dengan manusia biasa lainnya? Derren Brown melakukan sebuah percobaan menarik dalam serial terbarunya Fear and Faith. Dalam serial ini Derren membagi peserta dalam beberapa grup berdasarkan masalah mereka seperti alergi, rasa takut, dan lainnya.

Grup yang menjadi pusat perhatian dalam acara ini adalah grup yang merasa mereka memiliki rasa takut yang berlebihan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari mereka dan menghambat perkembangan diri mereka. Grup ini diajak oleh Derren untuk memasuki sebuah kantor perusahaan farmasi yang besar. Dokter yang bertanggung jawab disana lalu memberikan penjelasan tentang bagaimana obat penghilang rasa takut bernama Rumyodin yang telah dipakai oleh tentara untuk menghilangkan rasa takut mereka dapat membantu peserta mengatasi rasa takut mereka. Peserta diberikan tes untuk menemukan perawatan apa yang paling cocok untuk mereka.

Setelah melakukan tes tersebut mereka diberikan sebuah pil berwarna biru. Mereka diberitahu bahwa setelah memakan obat itu mereka akan mengalami efek samping berupa pandangan menjadi lebih jelas dan mungkin perasaan geli seperti kesemutan di tubuh. Setelah mengalami perawatan akhirnya seorang pria yang tadinya memiliki ketakutan pada ketinggian sampai tahap dimana ia bahkan tidak mampu menyeberangi jembatan tanpa ditemani temannya. Mampu berdiri di ujung sebuah jembatan tertinggi di Inggris.

Seorang penyanyi yang memiliki ketakutan untuk menyanyi di depan umum pada akhirnya berhasil menyanyi di depan puluhan orang dalam sebuah konser kecil yang diadakan Derren. Meskipun dalam kasus ini Derren menambah hypnosis karena Rumyodin tidak berhasil membantu penyanyi ini dalam mengatasi ketakutannya.

Meskipun hal itu terlihat tidak relevan, namun bukankah kita dapat melihat bahwa ternyata terdapat sebuah obat yang mampu membuat orang mengatasi ketakutan mereka, rasa stress mereka dan hambatan mereka untuk maju. Orang yang mengalami trauma krisis finansial 1998 mungkin bisa mengumpulkan energy untuk kembali berinvestasi di pasar saham.

Mereka yang baru saja putus hubungan dengan pasangannya tentu bisa mengkonsumsi obat tersebut dan kembali menjalani hubungan baru yang cerah di masa depan. Mereka yang kehilangan pekerjaan berkali-kali dan mungkin sales yang ditolak berkali-kali mungkin dapat mengonsumsi obat tersebut sehingga meningkatkan ketahanan psikologis mereka terhadap stress dan maju menjadi sukses.

Kalau Anda belum menonton serial tersebut dan mungkin bertanya-tanya dimana anda bisa menemukan obat ajaib tersebut. Maka sudah ada jalan terang di masa depan untuk anda. Sciencedaily.com dalam sebuah artikel menyatakan bahwa penelitian terkini menemukan kalau tentara yang memiliki pemikiran positif pada masa-masa cobaan memiliki kecenderungan lebih kecil untuk mengalami masalah kesehatan seperti kegelisahan dan depresi. Artinya bila kita setidaknya berpikir positif dan mencoba memecahkan masalah anda, maka anda lebih mungkin mencapainya daripada yang tidak melakukannya dan terus berpikir negatif.

Sungguh beruntung sekali beberapa menit setelah acara dimulai Derren Brown membeberkan sesuatu kepada kita. Bahwa Rumyodin tidak eksis, ia membuatnya demi melakukan percobaan mengenai efek placebo. Kantor farmasi yang dikunjungi peserta hanyalah kantor kosong yang disewanya untuk melakukan shooting acara tersebut, dokter dan para ahli yang terdapat disana semuanya merupakan actor yang disewa olehnya.

Hal itu semua dilakukan untuk meningkatkan efek placebo pada peserta acara tersebut. Ditambah lagi ia memberikan tes palsu, dan juga menanamkan sugesti bahwa obat tersebut akan memberikan efek samping yang mungkin bagi para praktisi hypnosis merupakan proses yang sangat familiar saat melakukan post-hypnotic suggestion.

Ia pada akhir acara membeberkan pada seluruh peserta bahwa Rumyodin hanyalah pil berisi gula. Bahwa Rumyodin sebenarnya telah dimiliki peserta sejak awal dan mereka tidak perlu mencari ke mana-mana untuk obat ini lagi. Rumyodin merupakan anagram dari kata inggris ”your mind” yang berarti “Pikiran Anda”.

Mengenal stress dan cara menghadapinya part 1

Tuntutan pekerjaan, sekolah, kuliah, orang tua, pasangan dan lainnya sering kali membuat seseorang menjadi kalang kabut. Apalagi dengan ditambah kemacetan lalu-lintas yang harus dihadapi tiap hari di perjalanan pergi dan pulang kantor membuat beban emosi semakin menumpuk pada diri kita.

Tidak aneh sama sekali bahwa mereka yang hidup di kota mengalami stress yang berlebihan, khususnya dengan semakin cepatnya dunia bekerja. Pada jaman dahulu seorang trader saham harus menelepon brokernya untuk mengetahui pergerakan harga saham. Trader ini tidak terekspos dengan volatilitas pergerakan harga tiap menit ataupun tiap jam. 

Dengan semakin cepatnya pergerakan dunia, semakin besar juga beban kita untuk mengikuti arus tersebut atau tertinggal di belakang. Seorang pebisnis mungkin harus selalu tahu trend apa yang sedang menarik di pasaran. Ia yang terlalu tenang dan tidak mengupdate diri mereka dengan info terbaru mungkin akan ketinggalan jaman dan produknya tidak diminati pasar lagi. 

Stress berdasarkan ahli psikologi merupakan reaksi dari stimulus yang mengganggu keseimbangan fisik atau batin kita. Sebuah kejadian yang membuat stress akan memicu fight or flight response dari otak kita dan mengantarkan pesan untuk mengirimkan hormon seperti adrenalin dan cortisol ke dalam tubuh kita. Stress yang secukupnya akan membuat diri kita terus berjuang demi mencapai tujuan kita. Namun stress yang berlebihan akan membuat diri kita kelelahan dan berakibat buruk bagi kesehatan kita. 

Untungnya terlepas dari semua kejadian tersebut, kita masih dapat menjalani hidup, meningkatkan bisnis, berkeluarga, terus belajar dan berinovasi tanpa stress yang berlebihan. Caranya dengan mengkaji ulang definisi dari stress itu sendiri. Stress adalah reaksi dari stimulus yang terjadi pada kita. Pada kebanyakan waktu kita mungkin tidak dapat mengubah stimulus yang datang ke kita. Yang dapat kita ubah adalah reaksi kita terhadap stimulus tersebut. 

Stress itu hanya ada di pikiran anda

Apakah sebuah kejadian itu dapat dikategorikan membuat stress atau tidak itu adalah keputusan anda sendiri. Banyak penelitian yang menemukan bahwa bahkan sesuatu hal yang sangat dinantikan dan diinginkan banyak orang seperti pernikahan, jalan-jalan dan lainnya dapat menjadi sebuah kejadian yang membuat stress. 


Banyak ahli yang percaya bahwa sebuah kejadian yang membuat stress adalah sesuatu yang sangat subyektif. Sebuah kejadian yang membuat stress bagi anda mungkin netral bagi saya ataupun positif bagi beberapa orang lainnya. Dalam ilmu kognitif sebuah hal hanya dikatakan membuat stress bila kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengatasi hal tersebut. 

Executive Function sebuah fungsi otak yang muncul saat kita mengalami stress akan mencari cara untuk mengatasi hal tersebut. Bila EF berhasil mencari cara yang logis untuk menyelesaikan masalah tersebut, maka EF akan mengirimkan pesan ke amygdala untuk menghentikan produksi hormon stress. Sebaliknya bila EF gagal menemukan solusi yang baik maka hormon stress akan tetap di produksi. 

Saat hormon stress sudah berlebihan dan EF gagal menghadapi hal tersebut maka seseorang akan masuk ke insting primitif yaitu mekanisme flight atau kabur. Bila ada jalan kabur maka mereka mungkin bisa lega untuk sementara waktu, namun bila kejadian tersebut terjadi saat tidak ada jalan keluar maka kecemasan ia akan terus berlanjut

Otak memiliki jalan lain menghadapi stress. Akan sangat membantu bila kita memiliki teman atau pasangan atau orang yang ada disekitar kita yang dapat membantu kita atau setidaknya mendengar apa yang ingin kita ceritakan. Saat kita stress otak kita mengaktifkan social engagement system yang membuat diri kita mencari atau lari mencari bantuan ke orang-orang terdekat. 

SES akan membaca perilaku seseorang, bahasa tubuh seseorang dan kata-kata yang diucapkan orang tersebut. Dari situ ia akan menilai orang tersebut, bila SES menyukai orang tersebut maka kita akan menjadi lebih lega. SES akan membantu memproduksi hormon oxytocin yang menekan hormon stress dan membuat diri kita menjadi lebih santai. 

Perbedaan antara kemampuan seseorang menghadapi sesuatu kejadian biasa disebut resilience/ketahanan batin. Saya akan menulis tentang resilience di kesempatan lain. Dalam artikel ini kita ingin mengetahui dulu secara sederhana bagaimana stress itu bekerja dan bagaimana kita dapat mengatasinya atau bahkan menggunakannya untuk memajukan kehidupan kita. 


Jadi sexy tanpa melakukan apa-apa


Saat orang berbicara tentang menurunkan berat badan atau menjadi kurus, maka mereka akan mulai membicarakan diet, mengurangi karbohidrat, memperbanyak olah raga. Itu adalah hal yang bagus, bahkan saya telah menulis beberapa artikel mengenai hal tersebut baik di web ini maupun di website indomind. Sayangnya orang sering melupakan hal yang sangat penting, paling mudah, paling sederhana dalam menurunkan berat badan dan mencapai berat badan ideal. Cara tersebut tentu sudah bisa anda tebak, jawabannya adalah tidur…

Michael Breus, Ph.D. dan Steven Lamm, M.D. ahli tidur dan kesehatan membuat sebuah penelitian kecil. Dalam penelitian ini ia mengajak 7  orang wanita, yang biasanya tidur 5.5- 6.5 jam sehari. Mereka diminta untuk hanya menambah waktu tidur mereka menjadi 7.5 jam sehari dan jangan mengubah gaya hidup mereka yang lainnya. Hasilnya luar biasa, setelah melakukan hal tersebut selama 10 minggu, enam dari tujuh wanita berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 4 kilogram. 1 orang lagi tidak berkurang berat badannya, tapi berhasil menurunkan lingkar pinggangnya.

Mungkin anda penasaran, kok bisa sih hanya dengan tidur lebih banyak orang bisa jadi lebih kurus? Jawabannya sederhana, karena kekurangan tidur mengganggu produksi hormon yang mengatur nafsu makan kita. Kurangnya tidur membuat tubuh kita memproduksi lebih banyak hormon Ghrelin yang membuat kita makin nafsu untuk makan. Selain itu kurangnya tidur juga membuat tubuh kita mengurangi produksi hormon Leptin, yang berguna untuk membantu kita untuk berhenti makan saat sudah kenyang.

Lebih lagi saat kita kurang tidur, tubuh kita membuat diri kita mencari junk food seperti donat, kentang goreng, permen, coklat, dsb. Makanan ini mengandung karbohidrat sederhana yang memberikan energi instan pada tubuh. Sayangnya, makanan ini juga mengganggu gula darah kita sehingga membuat kita ingin makan lebih banyak lagi makanan-makanan tersebut.

Sampai sini anda pasti sudah mengerti bahwa hanya dengan mengubah kebiasaan tidur kita menjadi minimal 7.5 jam sehari, kita bisa membuat diri kita membakar lemak, mengurangi nafsu makan berlebihan dan mengurangi berat badan. Anda juga akan memiliki lebih banyak energi untuk berolah raga, bekerja atau menikmati hari anda.

Windalfin
Consultant Hypnotist

Renungan dan Doa ulang tahun


Aku sadar bahwa diri semakin mendekati kematian,
Aku sadar bahwa bisa hidup sampai sekarang merupakan sebuah karunia,
Aku sadar bahwa bertambahnya umur, bukan berarti bertambahnya kebijaksanaan,
Aku sadar bahwa apa yang aku tahu hanyalah segenggam daun di dalam hutan belantara, 

Mengetahui hal itu maka aku pun, 

Menghargai apa yang dipinjamkan padaku oleh dunia, 
Menyayangi mereka yang berada di sekitarku, 
Membersihkan batin dari kebodohan, amarah dan rasa iri,  
Melatih diri mencapai penyadaran yang lebih baik

Bukan siapa-siapa



Filosofi Kartu, Kalender dan Alkitab


Saya teringat saat masih SMP, murid-murid sering sekali diam-diam membawa kartu untuk bermain capsa di kelas saat jam istirahat. Permainan itu sebegitu menariknya sehingga dalam satu kelas bisa ada 4 kelompok yang bermain secara bersamaan seakan-akan ini adalah sebuah turnamen. Saat itu saya kebetulan sedang membaca sebuah novel karya Jostein Gaarder berjudul "Solitaire Mystery".

Saya begitu takjub dengan cerita-cerita dalam novel tersebut dan kebetulan sekali Gaarder membahas bagaimana kartu-kartu yang kita mainkan sekarang itu ternyata berhubungan dengan fenomena astrologi yang terjadi sehari-hari.

Sadarkah kita bahwa jumlah kartu dalam satu dek adalah 52 yang juga merupakan jumlah minggu dalam satu tahun. Lalu dalam satu dek terdapat empat buah suit (Wajik, sekop, beringin dan hati) yang sama dengan kenyataan bahwa kita memiliki 4 musim di bumi ini.

Tahukah anda bahwa kita mengalami 13 bulan purnama dalam satu tahun yang dilambangkan dengan 13 kartu di setiap suit. Lalu ada 12 kartu yang memiliki gambar yang melambangkan 12 bulan dalam satu tahun. Kartu ada yang berwarna merah dan hitam, melambangkan pagi dan malam.

Dan bila kita jumlahkan semua angka yang ada di dalam kartu, dengan hitung As adalah 1, Jack adalah 11, Queen 12, dan King 13. Maka hasilnya adalah 364 kartu yang merupakan jumlah hari dalam kalender positivist yang di ajukan oleh Auguste Comte, yang bila ditambah dengan kartu joker yang melambangkan hari tambahan untuk memperingati orang-orang yang meninggal,  maka akan mencapai 365 kartu yang melambangkan 365 hari dalam satu tahun.

Bila kita jejerkan kartu-kartu tersebut dari As sampai King dan kita ambil tengahnya, maka kita akan mendapatkan angka 7. Mungkin anda sudah bisa menebak, 7 adalah jumlah hari dalam satu minggu.


The Deck of Cards

"Mary Bacon's World. A farmer's wife in eighteenth-century Hampshire" Sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2010 yang didasari sebuah buku dimiliki seorang wanita bernama Mary Bacon pada tahun 1762. Lalu di cover dalam sebuah lagu country oleh T Texas Tyler dalam lagunya berjudul "The Deck of Card"

Dalam lagu ini diceritakan mengenai seorang tentara yang sedang mendaki ke Itali dalam sebuah perjalanan. Dalam perjalanan tersebut mereka berhenti di sebuah kota bernama Cassino. Mereka pun berhenti untuk membacakan sebuah injil dari Alkitab, dan bukannya mengeluarkan Alkitab, seorang tentara mengeluarkan sepak kartu dan menjejerkan kartu tersebut didepannya. 

Ia pun ditangkap oleh serjen yang bertugas dan diminta untuk menjelaskan apa alasan dia bermain kartu di dalam Gereja. Tentara itu pun menjelaskan arti dari kartu tersebut menurut dia.

As = Tuhan
Dua = Perjanjian baru dan Perjanjian lama
Tiga = Trinitas (bapa, putra dan roh kudus)
Empat = 4 injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes
Lima = 5 perawan suci yang diminta memotong lilin pada sebuah pernikahan
Enam = Tuhan menciptakan Bumi dalam waktu 6 hari 
Tujuh = Tuhan beristirahat pada hari ke Tujuh
Delapan = 8 orang yang diselamatkan tuhan pada banjir besar (Nuh, istrinya, 3 anaknya dan 3 istri anaknya)
Sembilan = 9 dari 10 pengidap kusta yang tidak berterima kasih pada Yesus saat diselamatkan
Sepuluh = 10 perintah Allah
King = Bapa
Queen = Bunda Maria
Jack = Satan
365 titik/simbol = 365 hari dalam satu tahun
52 kartu = jumlah minggu dalam satu tahun
13 kartu dalam satu simbol = jumlah minggu dalam satu musim
4 suits = jumlah musim dalam satu tahun
12 kartu wajah = jumlah bulan dalam satu tahun

Pada akhir cerita, tentara tersebut mengatakan bahwa kartu-kartu itu adalah Alkitab, kalender, dan buku doa miliknya. Pada akhir narasi cerita ini, narator itu mengatakan bahwa "Cerita ini berdasarkan cerita nyata". 


Windalfin Culmen
Consultant Hypnotist




Tubuh ideal di tiap langkah anda

Bukan rahasia lagi kalau cara terbaik mencapai berat badan ideal adalah dengan mengontrol porsi makan dan memperbanyak gerak tubuh. Bila anda salah satu orang yang saat mendengar kata olahraga langsung terbesit kata-kata "tidak ada waktu" atau "Saya banyak kerjaan" atau "olahraga capek ntar gak konsen pas kerja" maka artikel ini cocok untuk anda.

Tahukah ada satu gerakan yang dapat dilakukan hampir semua orang dan bahkan sudah dilakukan oleh banyak orang tiap hari. Kadang-kadang bahkan saking terbiasanya kita sering lupa bahwa kita sedang melakukan olahraga paling mudah dan murah. Gerakan tersebut adalah jalan kaki.

Jangan anggap remeh jalan kaki hanya karena kita sering melakukannya. Jalan kaki telah terbukti membantu banyak orang mencapai berat badan ideal mereka. Dalam Indomind Weight Management Program kami selalu menyarankan klien untuk mulai berjalan kaki sebanyak 10000 langkah tiap harinya. Kenapa begitu?

Mari kita bongkar lebih lanjut. Jumlah kalori yang perlu dibakar untuk mengurangi setiap setengah kilo dari badan kita adalah sebanyak 3500 kilo kalori. Artinya setiap anda membakar 7000 kalori anda akan berhasil menghilangkan kira-kira 1 kilogram berat badan.

Bila kita berjalan sebanyak 2000 langkah maka anda akan berjalan kira-kira 1.6 kilometer. Alhasil kita akan membakar kira-kira 100 kalori dalam perjalanan tersebut. Kalau kita berjalan sebanyak 10000 langkah maka kita akan membakar sebanyak 500 kalori per hari. Bila kita berjalan 10000 langkah tiap hari selama seminggu kita akan membakar sebanyak 3500 kalori per minggu. Maka artinya anda akan membakar 1 kilo lemak anda tiap 2 minggu hanya dengan berjalan.

Bila untuk mencapai berat badan ideal anda butuh mengurangi sebanyak 10 kilogram maka anda akan mencapainya dalam waktu 5 bulan. Penurunan 2 kilogram per bulan merupakan kecepatan penurunan berat badan yang sehat dan baik untuk tubuh. Semua ini bisa anda capai hanya dengan berjalan lebih banyak setiap harinya.

10000 mungkin merupakan angka yang terlihat banyak saat anda melihatnya, tapi percayalah itu tidak sebanyak yang anda kira. Untuk mengukur itu anda bisa menggunakan alat kecil bernama pedometer. Alat ini berfungsi untuk mengukur berapa banyak langkah yang anda lakukan tiap harinya. Anda akan terkejut ternyata anda berjalan lebih banyak dari yang anda perkirakan tiap harinya.

Untuk mencapai 10000 langkah ini, kita tidak harus bangun pagi-pagi untuk jalan pagi. Kita juga bisa menambah langkah dengan melakukan aktivitas seperti membuang sampah anda ke luar, menyapu rumah anda, mengelap meja, masak atau mungkin bila anda sedang menelepon anda bisa mondar-mandir seperti para bos di film-film.

Harga sebuah pedometer yang berkualitas bagus kira-kira adalah Rp 300.000, Anda juga bisa mencari pedometer yang murah saja di toko-toko olahraga. Yang penting pedometer itu dapat mengukur langkah anda dengan cukup akurat, tentunya yang lebih mahal menggunakan sistem yang lebih canggih sehingga cenderung lebih akurat.

Jadi tunggu apa lagi, mulailah berjalan dan rasakan bagaimana setiap langkah anda membawa anda ke tubuh ideal anda.



Windalfin








Manusia terpintar di dunia

Di sebuah pesawat terbang pribadi terdapat seorang pendeta, direktur dan pramuka. Tiba-tiba terjadi guncangan dan pilot tersebut mengatakan kepada ketiga penumpang tersebut bahwa pesawat telah mengalami kegagalan operasi dan akan terjatuh. Dia membawa tiga buah tas ransel dan menjelaskan bahwa hanya terdapat tiga parasut dan disini ada empat orang. 

Sang pilot berkata "saya akan ambil satu, sebab saya memiliki istri dan tiga orang anak yang memerlukan saya." sehabis mengatakan itu ia mengambil satu ransel dan lompat dari pesawat. 

Direktur tersebut dengan cepat meraih satu ransel lagi "Saya harus dapat satu parasut, sebab saya orang terpintar di dunia dan dunia memerlukan otak cemerlang saya." ia pun lompat. 

Pendeta melihat muka anak muda tersebut dan berkata "Saya sudah hidup cukup lama dan telah menikmati hidup, sedangkan kamu masih muda, ambillah parasut terakhir itu dan selamatkan dirimu."

Pramuka tersebut langsung menjawab "tenang pak pendeta, orang terpintar di dunia baru saja mengambil ransel saya dan lompat dari pesawat." 

Be humble...

Optimis vs Pesimis


 “Apa yang anda percayai dalam pikiran anda, kemungkinan besar akan menjadi kenyataan”.

Seorang karyawan menjatuhkan diri pada kursi kayu di sebuah kafe kecil yang bernuansa koboi. Sambil memesan minum pada pelayan, ia pun memberanikan diri bertanya “Hai, saya baru pindah ke kota ini, saya ingin tahu seperti apa sih orang-orang di kota ini?”

  "Memangnya seperti apa orang-orang di kotamu yang sebelumnya?"Tanya pelayan tersebut.

  "Tidak terlalu baik" ungkapnya "bahkan, mereka orang-orangnya sangat tidak sopan."

Pelayan menganggukan kepalanya dan berkata, “sayang sekali, anda akan menemukan orang-orang di kota ini juga seperti itu.” 

Orang kedua juga duduk di sebelah orang sebelumnya, sambil memesan minum ia bertanya pada pelayan "hai, saya baru pindah kesini, orang sini baik-baik gak?"

  "Apakah orang-orang di kota sebelumnya baik-baik?" tanya pelayan.

  "Wah, tentu saja, saya datang dari tempat yang luar biasa, semua orang disana baik-baik, sungguh sulit   
  untuk pindah dari lingkungan baik seperti itu."ungkapnya penuh semangat.

"Oh, anda akan menemukan bahwa orang-orang di sini juga seperti itu."

Mendengar hal tersebut orang pertama marah dan bertanya kembali pada pelayan "jadi sebenarnya orang-orang di kota ini bagaimana sih?"

Pelayan tersebut tersenyum dan berkata "saya tidak tahu, semua itu masalah persepsi, anda akan menemukan bahwa apa yang anda pikirkan menjadi kenyataan" 

Apakah gelas anda setengah penuh atau setengah kosong? apakah anda mencintai pekerjaan anda sehingga hal-hal kecil yang mengganggu anda tidak membuat anda membenci pekerjaan tersebut? 

Seorang yang pesimis akan melihat hal buruk di antara segala hal baik yang terjadi pada dirinya. Mereka membuat setiap keadaan yang mereka hadapi menjadi buruk dan untuk sukses sebagai pesimis mereka harus mencari jalan keluar dari semua keburukan dunia ini. 

Seorang optimis berpikir bahwa jalan menuju sukses adalah sebuah jalan yang penuh rintangan, akan ada saatnya naik, akan ada saatnya turun. Akan ada hal yang baik, akan ada hal yang buruk. Namun, mereka yakin selama mereka tidak menyerah dan terus maju sambil mengambil pengalaman dari kegagalan sebelumnya, pada akhirnya mereka akan sampai ke tujuan mereka. 

Pada kenyataannya baik pesimis maupun optimis keduanya mampu mencapai kebahagiaan. Optimis dan pesimis pada kenyataannya tidak berhubungan dengan tingkat kebahagiaan seseorang. Florence Littauer dalam bukunya personality plus berpendapat bahwa seorang pesimis (melankolis dan phlegmatis) mampu melihat masalah atau kelemahan dari suatu keadaan yang sering dilewatkan oleh mereka yang optimis (koleris, sanguinis) sehingga membantu dalam penyelesaian masalah. 

Kembali ke hukum pikiran "apa yang anda percayai, kemungkinan besar akan terjadi". Dari hal ini tentunya kita tahu bahwa kita sebaiknya optimis daripada pesimis. Albert Bandura salah satu bapak psikologi dunia menyebutkan bahwa "penentu terbesar dari seseorang akan sukses atau tidak adalah apakah mereka percaya mereka akan sukses atau tidak"

Yang perlu kita perhatikan adalah membedakan apakah kita percaya bahwa kita akan sukses atau percaya bahwa kita akan sukses dengan mudah. Atau bisa dibilang apakah anda seorang realistic optimist ataukah unrealistic optimist. 

Seorang psikolog Gabriel Oettingen bertanya pada sebuah grup wanita yang mengalami obesitas dan sedang menjalani program penurunan berat badan. Ia menemukan bahwa wanita yang optimis akan berhasil ternyata secara rata-rata berhasil mengurangi 13 kilo lebih banyak daripada mereka yang pesimis. 

Oettingen bertanya lagi pada mereka apa ekspetasi mereka pada awalnya tentang perjalanan mereka menuju berat badan ideal ini. Ternyata mereka yang berpikir bahwa mereka akan sulit untuk tidak menahan nafsu untuk makan, mereka akan malas untuk berolah-raga. Ternyata mereka yang optimis dan realistis mengurangi berat badan 13 kilo lebih banyak dibanding mereka yang merasa mereka akan mampu mengurangi berat badan dengan mudah. 

Percaya bahwa jalan mencapai sukses penuh dengan lubang dan bebatuan, bahkan mungkin becek dan banjir, akan membawa diri kita lebih sukses karena mereka memaksa kita untuk bertindak. Kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh apakah mereka pesimis ataupun optimis, kesuksesan seseorang ditentukan oleh tindakan mereka atas keadaan mereka. 



Deja vu, Jamais vu, Presque vu (part 2)

Berlawanan dengan efek deja vu yang sangat populer di masyarakat, jamais vu hampir tidak dikenal oleh kebanyakan orang. Berlawanan dengan Deja vu yang berkaitan dengan perasaan familiar terhadap suatu kejadian, Jamais vu berkaitan dengan perasaan tidak familiar dengan suatu hal padahal pikiran rasional tahu bahwa ia pernah mengalami, melihat, mendengar atau merasakan hal tersebut sebelumnya.

Seorang yang mengalami Jamais vu bisa saja berbicara dengan kawan lamanya dan tiba-tiba kawan lamanya itu terasa asing, seakan-akan mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Perasaan ini mungkin kurang disadari dibandingkan dengan Deja vu yang terasa lebih Wah. 

Fenomena jamais vu ini sebenarnya sering terjadi di saat seorang murid belajar untuk ujian. Dimana ia sedang menghafal sebuah kalimat terus menerus dan tiba-tiba untuk jangka waktu yang pendek ia merasa kalau dia belum pernah mempelajari kalimat tersebut sebelumnya. 

Sebuah penelitian untuk menguji eksistensi jamais vu dilakukan oleh Chris Moulin dari Leed University, ia meminta 92 voluntir untuk menulis kata "pintu" sebanyak 30 kali dalam waktu 60 detik, dan hasilnya 68% dari voluntir mengalami fenomena jamais vu seperti mulai merasa kalau "pintu" itu bukan sebuah kata yang benar-benar ada. Keadaan ini mirip dengan hal yang dialami mereka yang menderita schizophrenia.


Presque Vu

Pernahkan anda ditanya oleh teman anda tentang suatu hal, lalu saat anda ingin menjawab anda lupa apa yang anda ingin katakan. Entah kenapa perasaan ini aneh sebab baru saja kata itu ada di otak anda, lalu saat mau diucapkan ia hilang atau bila tidak hilang sepenuhnya, anda merasa kalau kata itu sudah ada di ujung lidah, tapi tak bisa keluar.

Apa yang anda alami adalah fenomena Presque Vu atau lebih sering disebut Tip of tounge. Ini merupakan fenomena dimana seseorang mengalami kegagalan untuk mengingat sebuah kata dari ingatan kita dan mengeluarkannya, ditambah dengan perasaan dimana perlu untuk mengingat hal tersebut meskipun kita hanya mampu mengingat sebagian dari kata yang ingin diucapkan.

Terdapat dua teori utama yang mencoba menjelaskan fenomena ini yaitu direct access view dan inferential view. Direct Access view menyatakan bahwa ingatan tidak cukup kuat untuk memanggil kata yang diinginkan, namun cukup kuat untuk memanggil kondisi ingat. Sedangkan inferential view menyatakan bahwa subyek menduga kata yang akan diucapkan dan mereka mencari petunjuk dari berbagai ingatan yang dapat diakses saat itu.

Selain kedua teori tersebut masih banyak teori lain yang mencoba menjelaskan Presque Vu. Dan bukan hanya itu, Deja vu dan Jamais vu juga masih menjadi obyek penelitian yang menarik bagi banyak peneliti. Begitu pula dengan banyak lagi fenomena pikiran kita yang begitu luar biasa dan masih perlu banyak dipelajari lagi.







Deja vu, jamais vu, presque vu (part 1)

Suatu hari saya bertemu kawan saya di sebuah kafe di plaza semanggi. Kami mengobrol panjang soal perkembangan dunia training dan hypnotherapy di Indonesia sekaligus nostalgia karena sudah lama tidak bertemu. Tiba-tiba kawan saya berkata "wah saya merasa pernah duduk di sini, ngobrol di sini dengan kata-kata yang persis seperti ini." Apakah ini sebuah kemampuan membaca masa depan kawan saya?

Hal yang terjadi di atas adalah apa yang sering orang bilang sebagai Deja vu. Kata ini berasal dari bahasa Perancis yang artinya "telah melihat". Mereka yang mengalami Deja vu merasa diri mereka seakan-akan pernah mengalami kejadian yang sama sebelumnya padahal kejadian tersebut tidak pernah terjadi di masa lalu.

Edward B, Titchener dalam bukunya adalah sebuah kejadian yang disebabkan karena seseorang melihat sekilas sebuah obyek atau sebuah kejadian, sebelum otak kita selesai mengkontruksi kesadaran penuh atas kejadian tersebut sehingga menciptakan sebuah perasaan mengenal kejadian tersebut.

Clearey seorang psychologist dalam penelitiannya menyatakan bahwa Deja vu merupakan sebuah kejadian yang ilmiah. Ia menjelaskan mengenai fungsi memori yang bernama recognition memory (ingatan). Recognition memory ini membiarkan kita untuk mengetahui apakah apa yang kita lihat, dengar dan rasakan telah kita lihat, dengar dan rasakan sebelumnya atau tidak.

Otak kita mengingat dengan dua cara yaitu rekoleksi (recollection) dan  familiarity. Pikiran kita mengingat secara rekoleksi bila kita dapat dengan jelas mengetahui kapan kita melihat hal tersebut sebelumnya. Misalnya saat kita melihat seseorang di mall dan kita tahu kita pernah berkenalan dengan dia minggu lalu di lift.

Sedangkan familiarity seperti anda melihat seseorang yang sepertinya anda pernah liat sebelumnya, namun anda lupa di mana anda bertemu dengannya. Deja vu oleh Clearey dikatakan sebagai bentuk dari pengenalan bersifat familiarity.

Dalam konsep ini Deja Vu mungkin terjadi karena banyaknya aspek dalam sebuah kejadian yang mirip dan terasosiasi dengan kejadian lain di masa lalu baik apakah kejadian itu memang mirip seperti itu ataukah kejadian tersebut terkonstruksi ulang di ingatan kita sehingga hasilnya mirip dengan kejadian masa kini.

Pada penelitian di MIT's Picower institute for learning and memory Thomas McHugh dan koleganya menyatakan bahwa mereka menemukan penyebab sesungguhnya dari fenomena deja vu ini. Mereka melakukan percobaan atas fungsi sirkuit 'pattern completion' yang merupakan kemampuan manusia untuk mengingat sesuatu hal hanya dengan sebuah petunjuk kecil saja.

Contohnya saat sedang menghitung cashflow saya menemukan bahwa ada kekurangan 200 ribu yang tidak tercatat dan saya lupa saya pakai untuk apa uang tersebut. Tiba-tiba di televisi terdengar suara "menyumbang" lalu saya langsung teringat kejadian tadi siang dimana ada sekumpulan mahasiswa datang meminta sumbangan untuk yayasan kanker.

menggunakan fenomena 'pattern completion' ini McHugh dan kawan-kawannya berasumsi bahwa ada gen yang mengatur 'pattern separation' atau gen yang membedakan sebuah pattern dalam otak. Untuk menyelidiki  hal tersebut maka mereka menggunakan tikus percobaan yang telah diubah secara genetika sehingga tidak memiliki fungsi pattern separation.

Tikus tersebut pun ditaruh dalam sebuah labirin dan di ujung labirin diletakkan sebuah tempat kotak berwarna hitam. Saat seekor tikus sampai ke kotak hitam tersebut maka tikus itu akan terkena kejutan listrik yang menyebabkan tikus itu kaget dan terdiam. Tikus yang telah ubah genetikanya mengalami prosedur itu, lalu ia diletakkan pada labirin yang sama dengan kotak yang sama namun tanpa kejutan listrik.  Alhasil saat tikus itu mencapai kotak tersebut ia terdiam. Dan setelah dicoba berkali-kali tikus itu tetap seakan-akan terkejut listrik di kotak tak berlistrik itu. Berbeda dengan tikus biasa yang dengan cepat menyadari hal tersebut.

Sirkuit otak inilah yang juga menyebabkan deja vu. Dikatakan bahwa sirkuit yang mengatur pattern separation kadang macet sehingga menyebabkan pengalaman yang 'mirip' menjadi seakan-akan 'sama'. Orang biasa tidak mengalami ini sesering orang yang memiliki epilepsi. kekejangan epilepsi meliputi penembakan acak dari neuron yang berada pada lobus temporal, yang juga meliputi hippocampus.

Tonegawa dan McHugh mengatakan bahwa pada masa depan saat kita lebih mengerti mengenai  Hippocampus, maka mungkin bisa diciptakan obat yang dapat meningkatkan kinerja pattern-recognition, yang dapat membantu mereka yang ketakutan karena suatu kejadian yang mirip dengan kejadian buruk di masa lalu. Namun, tentunya obat ini jangan sampai berlebihan sampai menciptakan kebalikan dari Deja vu yaitu Jamais vu...

Bersambung,

Windalfin

mengenal lapar emosi (part 3)

Seperti yang dijanjikan di artikel sebelumnya, saya telah membuatkan jurnal lapar emosi atau emotional eating journal. Fungsi dari jurnal ini tentunya sudah bisa anda tebak yaitu untuk membantu anda lebih sadar atas alasan anda makan.

Anda bisa mengdownload emotional eating journal segera sekarang dengan klik sini. Dalam emotional eating journal akan ada beberapa tabel yang dapat anda isi. Berikut contohnya:
jurnal lapar emosi



  • Tabel tanggal diisi dengan tanggal kita makan dan minum
  • Tabel Hari adalah hari apa anda makan dan minum
  • Makanan dan minuman (jenis dan jumlah): menyertakan apa yang anda makan dan berapa banyak
  • Lokasi: meja, kursi, kasur, restoran, 
  • alasan makan: diajak teman, sambil nonton, stress, capek, bosan
  • Lapar yes? no? ya? tidak?
  • Rencana untuk selanjutnya: apa cara agar anda tidak makan berlebihan lagi. 
Apa yang penting dari emotional eating journal ini adalah konsistensi anda. Gunakan jurnal ini untuk mencatat hal apa yang anda makan dan emosi yang menyertai kegiatan tersebut. Saya menyarankan menaruh journal ini di dalam tas anda setiap waktu. Saat anda berada di rumah taruh journal di tempat yang terlihat dari tempat makanan anda disimpan sehingga saat mengambil makanan anda dapat melihat jurnal ini dan mencatatnya. 

Silakan dinikmati,
Windalfin


10 minute meditation

Meditasi jelas memiliki manfaat yang luar biasa bagi kondisi pikiran kita. Pikiran manusia terdiri dari sistem parasympathetic yang meregulasi detak jantung, nafas dan gerakan-gerakan dari banyak otot yang tidak kita sadari. Lalu ada juga sistem sympathetic yang merangsang tubuh dan menyiapkan ia untuk sebuah kegiatan.

NIH (National Institutes of Health) menyatakan bahwa meditasi mampu menurunkan fungsi sistem sympathetic dan meningkatkan fungsi parasympathetic, alhasil tubuh kita jadi tidak mudah terangsang/terpengaruh oleh kondisi luar dan menjadi semakin rileks.

Saat berbagi mengenai meditasi dalam sebuah sesi sharing dengan mahasiswa, saya mendapat pertanyaan "berapa lama sih saya harus bermeditasi setiap harinya dan apa yang harus saya persiapkan untuk meditasi?" Tentunya tidak ada batas waktu untuk bermeditasi, kita dapat bermeditasi selama satu jam atau hanya 5 menit. 

Saya sendiri menyarankan bagi kita yang sibuk setiap hari untuk mengambil 10 menit waktu kita untuk bermeditasi setiap paginya. Beberapa yang harus kita lakukan adalah 

  1. Pindah dari ruang tidur, saat kita berada di kamar tidur kita masih terasosiasi dengan kegiatan tidur. 
  2. Siapkan tempat yang nyaman untuk duduk, pastikan di sana anda bisa duduk dengan punggung yang tegak
  3. Cabut kabel telepon, matikan handphone, pastikan anda tidak akan terganggu selama 10 menit
  4. Gunakan timer/weker untuk membantu anda mengukur waktu, dengan ini anda tidak perlu melirik sudah berapa lama anda  bermeditasi
Dengan persiapan ini anda pun sudah siap bermeditasi. Sekarang langkah-langkah meditasi sederhana yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kinerja anda hari ini adalah:

  1. Tarik nafas yang dalam dan keluarkan, fokus kepada nafas tersebut. Lakukan nafas dalam ini sebanyak 3 kali. 
  2. Rasakan seluruh tubuh anda, rasakan bagaimana posisi anda, bila kurang nyaman silakan geser sampai nyaman. 
  3. Sekali lagi rasakan seluruh tubuh anda dan rasakan bilamana ada bagian tubuh yang masih sedikit tegang, biarkan mereka menjadi rileks dan tenang. 
  4. Katakan pada diri anda "Saya akan masuk ke dalam meditasi yang tenang selama 10 menit"
  5. Sadari diri anda berada di kekinian, sadari segala sesuatu yang terjadi di tubuh anda, sadari nafas anda, gerakan mata anda, detak jantung anda, pantat anda yang menempel ke tempat duduk anda, udara di sekitar anda. 
  6. Fokuskan diri anda ke nafas anda, bilamana fokus anda lari, dengan cepat kembalilah ke nafas anda. 
  7. lakukan hal ini sampai weker anda berbunyi, anda cukup menikmati saat hening ini. Segala sesuatu yang terjadi di sekitar anda biarkan mereka membawa anda semakin nyaman. 
Setelah anda selesai anda boleh berikan waktu 20 detik untuk merasakan tubuh anda yang menjadi ringan, nyaman dan rileks. Dan anda pun siap melakukan aktivitas sehari-hari anda. 


Hypnosis anak-anak

Saat saya berkumpul dengan beberapa kawan saya yang telah memiliki anak. Mereka yang tahu bahwa saya seorang hypnotist bertanya pada saya "bisa gak sih anak kecil dihipnosis biar rajin, biar gak nakal, biar gak takut tidur di kegelapan?" atau yang lainnya lagi. Jawabannya saya tentu saja "Bisa, saya melakukannya setiap saat." 

Anak kecil berbeda dengan orang dewasa yang kritis, mereka merupakan makhluk yang suggestible secara alamiah. Seorang anak kecil memiliki imajinasi yang tinggi dan hidup dalam dunia yang penuh keajaiban.

Saat seorang anak takut untuk tidur dalam kegelapan malam karena mereka percaya ada monster dibawah kasur mereka yang muncul hanya saat orang tuanya mematikan lampu dan mengucapkan selamat tidur. Kita tidak akan bisa menghapus ketakutan itu dengan mengatakan bahwa tidak ada apa-apa di bawah sana. Namun, bila kita mengatakan "tenang saja, mereka tidak akan keluar saat malam-malam, soalnya ibu mereka tidak akan mengijinkan mereka main keluar malam-malam." Anak-anak bisa menerima alasan tersebut dan tidur dengan tenang. 

Anak-anak adalah makhluk peniru, mereka suka sekali meniru apa yang ada di sekitarnya. Kita tentu ingat saat kita bermain dengan bayi, kita bisa tersenyum pada mereka dan bayi tersebut akan secara refleks membalas senyuman kita. 

Karena itu jangan salahkan anaknya bila mereka suka pilih-pilih makanan bila orang tuanya sendiri suka pilih-pilih makanan. Jangan salahkan anaknya rajin belajar bila orang tuanya sendiri lebih rajin menonton TV. Sebaliknya bila kita ingin anak kita untuk menjadi rajin, maka jadilah rajin. Bila kita ingin anak kita berpakaian rapi maka berpakaianlah yang rapi. 

Saya kadang melihat orang tua yang sering mengatai anaknya bandel, nakal, pemalas, dan lainnya. Yang perlu kita ketahui adalah pikiran anak kecil mirip dengan spons kering yang menyerap air. Seorang anak yang terus mendapat kata-kata negatif lama-lama akan mengasosiasikan diri mereka dengan kata-kata tersebut. 

Misalnya seorang ibu/guru yang mengatai anaknya bodoh. Sang anak yang suatu saat mengalami kegagalan dalam mengerjakan ujian atau tugas akan menguatkan afirmasi negatif tersebut. "oh iya, sayakan emang bodoh, makanya ujiannya jelek." Sugesti negatif ditambahkan dengan konfirmasi berulang kali akan tertanam di pikiran bawah sadar anak. Dan hal ini bisa terbawa sampai anak dewasa dan tidak baik untuk masa depan anak. 

Untuk mengubah masa depan bangsa, maka mari kita mulai dari mengubah diri kita sendiri. 

Windalfin


Mengenal lapar emosi (part 2)

Saat saya memberikan terapi untuk weight loss saya sering mendapat pertanyaan "Jadi gimana kita bisa membedakan lapar emosi dan lapar fisik?". Saat itu pula saya teringat bagaimana saat saya berjalan dengan kawan-kawan saya beberapa dari mereka kadang mengatakan "aduh pengen makan es krim, tapi lapar mata doang sih" Dari kata-kata tersebut saya menyimpulkan bahwa itu adalah sebuah bentuk lapar emosi.

Secara perasaan lapar emosi dan lapar fisik memiliki simptom yang berbeda. Misalnya untuk lapar emosi biasanya kita ingin makan makanan yang spesifik seperti es krim, pizza, milk tea, dan lainnya. Memakan makanan yang lain tidak akan memuaskan kelaparan anda. Makanan spesifik ini sering disebut sebagai comfort food.

Selain makanan spesifik lapar emosi bisa juga muncul dalam bentuk keinginan untuk merasakan sebuah rasa yang spesifik misalnya seorang kawan saya memiliki kebiasaan untuk makan sesuatu yang manis setelah makan. Ada lagi yang setelah makan manis ingin makan yang asin. Lapar fisik akan terpuaskan dengan rasa apapun selama makanan tersebut mengenyangkan fisiknya, sedangkan lapar emosi menyebabkan orang untuk terus makan sebelum mendapatkan rasa yang dia inginkan.

Lebih dari itu lapar emosi biasa datang tiba-tiba saat kita tidak sadar. Sedangkan lapar fisik datang secara bertahap dan perlahan. Saat kita lapar emosi biasanya kita 'ngebet' ingin makan makanan yang kita inginkan dan juga kita akan memakan makanan tersebut sampai kita merasa terpuaskan, sedangkan pada lapar fisik saat kita kenyang kemungkinan besar kita akan berhenti.

Karena lapar emosi datang tiba-tiba kadang-kadang kita akan menemukan diri kita sudah menghabiskan sekantung keripik kentang atau sebatang es krim tanpa kita sadari. Bentuk ini mirip sekali dengan automatic eating yang terjadi seperti saat kita nonton sambil makan popcorn, kita tidak sadar bahwa kita memasukkan popcorn ke mulut kita terus-menerus. Tanpa disadari tiba-tiba popcorn tersebut sudah habis termakan.

Satu hal lagi yang merupakan penanda lapar emosi adalah kita tahu saat kita makan karena lapar emosi maka kita akan merasa bersalah karena telah makan di saat seharusnya kita tidak makan. Berdasarkan semua indikator lapar emosi di atas, kita bisa melihat bahwa sebenarnya kita sadar akan lapar emosi kita, sayangnya kita sering mengabaikan sinyal dari pikiran dan tubuh kita dan makan.

Mengetahui hal tersebut sebenarnya untuk mengurangi makan karena lapar emosi yang perlu kita lakukan adalah menjadi lebih sadar atas apa yang kita makan dan mengapa kita makan makanan tersebut. Untuk meningkatkan kesadaran ttersebut dapat digunakan beberapa tips yaitu:
  1. Meditasi Kesadaran 
  2. Membuat jurnal makanan (saya akan ajarkan di artikel selanjutnya)
  3. Berhenti dua menit sebelum makan, tarik nafas dan sadari semua perasaan dalam pikiran. Apakah anda makan karena lapar fisik ataukah ada alasan lain. Cari dalam diri anda. 
  4. Hypnosis
  5. Tidur yang cukup (anda akan lebih tidak mudah lapar dengan tidur yang cukup)
Windalfin

Mengerti lapar emosi (part 1)

mengerti lapar emosi
Anda lagi-lagi bosan dan tidak ada kerjaan. Ada buku yang belum selesai dibaca namun anda sedang tidak bersemangat untuk membaca buku apalagi habis membaca laporan tahunan ratusan halaman tadi siang. Anda pun bergerak dan membuka kulkas berharap ada sesuatu yang bisa menghilangkan kebosanan anda, terlihat sebatang kit-kat rasa teh hijau yang diberikan teman kerja anda. Anda pun dengan cepat mengambil kit-kat tersebut dan melahapnya.

Apakah hal diatas familiar? apa yang terjadi diatas merupakan kejadian yang sering disebut emotional eating. Misalnya saat kita gembira kita jadi ingin makan yang manis, saat kita sedih kita ingin makan es krim, saat kita marah kita ingin makan pisang goreng atau lainnya tergantung preferensi setiap orang. Semua yang baru disebut di atas adalah bentuk dari emotional eating yang artinya makan bukan karena lapar secara fisik.

Para ahli meneliti apa saja yang dapat menjadi alasan dari makan karena lapar emosi. Beberapa hal yang paling sering adalah:

1. Level Kortisol (stress)

Kortisol sering disebut sebagai hormon stress. Kortisol memiliki fungsi yang baik dalam tubuh, sayangnya kalau berlebihan maka ia akan mengganggu kerja tubuh kita. Salah satu efek dari tingginya kadar kortisol dalam tubuh adalah meningkatnya keinginan kita untuk mengkonsumsi yang asin atau yang manis.

2. Kebiasaan sejak kecil

Makanan mungkin merupakan salah satu hal yang paling sering digunakan sebagai hadiah atau menenangkan seseorang. Saat kita masih kecil orang tua kita mungkin memberikan permen atau coklat saat kita berbuat baik. Saat kita menangis orang tua akan memberikan es krim atau susu untuk membuat kita diam. Saat kita mulai remaja sering kali teman-teman kita mengajak makan-makan untuk merayakan hal-hal dalam hidup mereka.

Kebiasaan menggunakan makanan sebagai hadiah atau penenang pikiran menciptakan keterikatan kepada makanan. Saat kita stress kita mencari hal yang dulu pernah membuat kita bahagia. Kadang-kadang hal terdekat yang kita miliki hanyalah makanan. Karena kita tidak memiliki cara lain untuk mengurangi stress kita maka kita secara otomatis menggunakan makan untuk mengurangi stress kita.

3. Menyembunyikan perasaan

Saat kita mengalami emosi yang tidak menyenangkan terkadang orang akan lari ke makanan untuk menyembunyikan perasaan tersebut. Makan menyebabkan emosi tersebut terkubur untuk sementara sehingga kita bisa merasa nyaman. Sayangnya hal ini hanyalah solusi sementara dan malah menimbulkan masalah.

4. Rasa bosan

Sebagai manusia kita sebenarnya tidak terbiasa untuk tidak melakukan apa-apa. Manusia seringkali harus aktif baik itu berolahraga, bekerja, menonton TV atau sebagainya. Itulah sebabnya meditasi seringkali menjadi hal yang sulit dilakukan karena menyangkut tidak melakukan apa-apa selama kurun waktu tertentu. Saat kita bosan salah satu pelarian kita adalah dengan memberikan pekerjaan pada diri kita. Dan pekerjaan itu salah satunya adalah makan.

5. Pengaruh sosial

Saya kadang-kadang berkumpul dengan teman saya untuk makan bersama. Suatu saat saya bertemu teman saya untuk makan malam bersama. Saat saya duduk memesan makanan, dia pun ikut memesan makan. Setelah itu saya bertanya "kok, belum makan sudah jam segini?" kebetulan saat itu memang sudah sangat malam. Dia membalas "oh, sudah kok, ngemil aja."

Saat kita bertemu dengan teman, seringkali kita merasa tidak nyaman bila saat teman kita makan, kita hanya menonton saja. Belum lagi saat kita makan bersama kerabat sering kali kerabat-kerabat kita tanpa henti menyodorkan makanan kepada kita. Hal ini dapat menyebabkan makan berlebihan yang tentunya tidak kita inginkan.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review