Menjadi luar biasa

Saya teringat pertemuan dengan seorang teman yang sudah lama tidak saya temui. Saat bertemu dengannya saya pun basa-basi bertanya "apa kabar?" dia dengan cepat menjawab "luar biasa!". Mendengar kata luar biasa, saya jadi tertarik untuk bertanya lebih lanjut "Oh, memangnya hari ini ada kejadian apa yang berbeda dari hari biasanya?" Dia menjawab "pertemuan kita itu luar biasa." Setelah itu kami berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai banyak hal.

Luar biasa telah menjadi sebuah kata-kata yang sering diucapkan orang-orang saat mereka bersemangat. Andrie Wongso motivator nomor satu di Indonesia menggunakan kata ini untuk membuat orang-orang termotivasi untuk menjadi seseorang yang luar biasa. Tak dapat dipungkiri lagi banyak orang yang setelah keluar dari seminar tersebut menjadi bersemangat untuk mencapai tujuan mereka. 

Setiap hari hidup kita dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang bisa dibilang normal. Begitu normalnya sehingga sangat sulit untuk kita untuk keluar dari kenormalan itu dan menjadi luar biasa. Mungkin kita sering mendengar istilah comfort zone/zona nyaman yang berarti keadaan dimana kita terlepas dari kegelisahan, mampu melakukan performa terbaik tanpa perlu berusaha keras dan kita hampir tidak memiliki resiko untuk gagal.

Bagaimana kita mengukur comfort zone kita? Marcus Taylor seorang pengusaha menciptakan kalkulator untuk menghitung comfort zone kita di websitenya. Dalam website itu anda akan diminta untuk mengisi kuesioner dan setelah itu anda akan dapat melihat berapa skor dari comfort zone anda. Fungsi dari kalkulator ini adalah untuk memperlihatkan pada anda skor comfort zone anda dan membuat anda lebih sadar apa yang harus anda lakukan untuk keluar dari comfort zone tersebut. Untuk itulah Marcus Taylor memberikan banyak link pada akhir test untuk membantu anda melakukan hal yang anda ingin lakukan tetapi belum lakukan.

Melangkahi zona nyaman tentu bukanlah hal yang mudah. Kita yang sudah berkali-kali melakukannya sejak kita bayi dan merasakan manfaatnya pun masih saja kesulitan untuk keluar dari zona nyaman tersebut. Saat kita bayi kita lebih nyaman duduk daripada berdiri, namun kita keluar dari zona nyaman terus dan mencoba berdiri dengan kedua kaki kita yang saat itu masih kecil dan lemah. Kita terjatuh beberapa kali dan setelah beberapa kali percobaan akhirnya kita bisa berdiri.

Hal tersebut berulang lagi saat kita mau berjalan, saat kita mau masuk sekolah, saat kita mendekati calon pasangan kita, saat kita menyatakan cinta pada pasangan kita, dan seterusnya. Dan kita tahu bahwa setiap kali  kita melangkah keluar dari zona nyaman kita, terdapat kemungkinan untuk kita menjadi lebih bahagia dari sekarang.

Saat orang-orang dalam sebuah seminar motivasi ditanya "apakah anda mau lebih sukses dari sekarang?" atau "apakah anda ingin lebih kaya dari sekarang?" kebanyakan orang akan menjawab "IYA!". Sayangnya itu semua tidak benar. Kita tidak ingin menjadi lebih sukses, kita tidak ingin menjadi lebih kaya, yang kita inginkan adalah kenyamanan. Dan cara terbaik untuk nyaman adalah dengan tidak berubah.

Saya suka sekali dengan bagaimana Tung Desem Waringin dalam suatu seminar mengeluarkan sejumlah uang dan menunjukkannya kepada peserta seminarnya. Ia akan bertanya kepada pesertanya sambil menunjukkan uang tersebut "Siapa disini yang ingin menjadi lebih kaya?" Semua orang melihat dan mendengar pertanyaan tersebut segera mengangkat tangan mereka.

Ia melihat dengan senyum kepada seluruh penonton lalu sekali lagi ia bertanya sambil mengangkat uang tersebut dan bertanya kembali "Siapa di sini yang ingin menjadi lebih kaya?". Orang-orang masih mengangkat tangannya dan kini menjawab "Saya!!" dengan penuh semangat.

Lagi-lagi ia melirik pada peserta seminar yang berjumlah ratusan tersebut. Ia tersenyum dan kembali bertanya "siapa di sini yang ingin menjadi lebih kaya, sekarang!?" Saat itu terlihat seseorang berdiri dari tempat duduknya. Ia tergesa-gesa maju ke depan panggung menuju ke arah pembicara. Motifnya cukup jelas, ia ingin meminta uang tersebut dari sang pembicara. Dan ia tidak sendiri beberapa anak muda berdiri dari belakang dan berlari ke depan. Anak muda tersebut memang terlambat namun ia tanpa basa-basi merebut uang tersebut dari tangan pembicara. TDW pun tersenyum dan meminta penonton memberikan tepuk tangan pada pemuda tersebut.

Ilustrasi yang diberikan di atas merupakan ilustrasi luar biasa yang bisa menggambarkan bagaimana kita yang berkata ingin sukses tidak ingin keluar dari comfort zone kita untuk melakukan hal yang tidak biasa kita lakukan. Kita terikat untuk duduk di bangku kita yang nyaman sambil melihat orang lain menyambut kesempatan yang datang. Kita bahkan mungkin melihat hal tersebut dan mengetahui aksi apa yang harus kita lakukan untuk menjadi lebih sukses saat itu juga dan kita tidak melakukannya karena kita tidak nyaman untuk berdiri dari bangku kita dan bergerak untuk mengambil kesempatan di depan kita.

Cara untuk menjadi luar biasa sebenarnya gampang-gampang sulit. Untuk menjadi luar biasa kita perlu mengetahui kebiasaan kita. Untuk ada tool seperti kalkulator milik Marcus Taylor yang bisa digunakan untuk melihat apa yang kita ingin lakukan namun belum kita lakukan dan apa yang saja yang sudah pernah kita lakukan. Dengan mengetahui kebiasaan kita dan tujuan kita, kita dapat melakukan action plan yaitu perencanaan akan strategi yang perlu kita terapkan untuk mencapai tujuan kita.

Saat melakukan strategi kita akan melihat banyaknya hal yang tidak biasa kita lakukan yang harus kita lakukan untuk mencapai goal tersebut. Anggaplah goal anda adalah memiliki penghasilan yang lebih tinggi. Anda tahu bahwa mengambil gelar seperti CFA atau yang lainnya tergantung profesi anda akan membantu anda mencapai hal tersebut. Anda mungkin tidak biasa untuk keluar dan belajar lagi, apalagi setelah belajar di kelas sejak kecil sampai dewasa. Masak sekarang masuk kelas dan belajar lagi.

Saat anda merasa bahwa mengambil gelar tambahan merupakan hal yang penting bagi pencapaian goal anda dan anda mengambil keputusan untuk melakukannya. Maka anda telah menjadi luar biasa. Saat anda melakukan hal yang berada di luar zona nyaman anda, maka anda telah menjadi luar biasa. Anda tidak perlu berteriak luar biasa setiap hari, karena bila anda setiap hari berteriak luar biasa, maka berteriak luar biasa tersebut menjadi hal biasa.

Saya akan menceritakan bagaimana menjadi luar biasa dan mengapa kita belum menjadi luar biasa lalu mengapa kita perlu untuk menjadi luar biasa di artikel berikutnya. 

Hipnoterapi: Apa, Mengapa, Bagaimana?

Saya sedang duduk di kafe sambil ngobrol dengan teman. Seperti biasa demi mempromosikan praktek saya, maka saya secara sengaja menyinggung tentang praktik hipnosis dan hipnoterapi dalam pembicaraan. Saat itu tidak ada yang bertanya mengenai hipnosis karena memang saat itu kami sedang rapat.

Begitu rapat selesai, seorang teman bertanya kepada saya sebuah pertanyaan yang sering saya dengar saat saya mengatakan profesi saya. "Hipnoterapi itu apaan yah? ngapain aja? gunanya apa?" Pertanyaan lanjutannya biasanya "Apa bedanyan dengan hipnotis?".

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kata hipnotis telah menjadi sebuah kata yang sangat populer khususnya dengan banyaknya acara tv yang mempopulerkan hipnotis tersebut. Yang perlu disayangkan adalah kurangnya aksi dari para hipnotis tersebut untuk memberitahu apa itu hipnotis sebenarnya. Tentunya hal ini harus dimaklumkan karena mereka adalah entertainer.

Untuk mempermudah pemahaman saya sarankan anda membaca terlebih dahulu artikel saya sebelumnya mengenai "Apa itu hipnotis?". Anda bisa mengklik link tersebut dan membaca artikel tersebut untuk mengetahui secara kasar apa sebenarnya hipnosis itu.

Lalu anda sudah mengetahui kira-kira apa itu hipnotis. Sekarang hipnoterapis itu apa? Meminjam definisi dari
The U.S. (Department of Labor) Directory of Occupational Titles (D.O.T. 079.157.010). 

"Hipnoterapis bekerja dengan menginduksi klien untuk meningkatkan motivasi atau mengubah kebiasaan menggunakan hipnosis. Berbicara dengan klien untuk mengetahui basis dari masalah klien. Menyiapkan klien untuk memasuki kondisi hipnosis dengan menjelaskan bagaimana cara kerja hipnosis dan pengalaman apa yang akan klien jalani nantinya. Mengetes klien untuk mengetahui tingkat sugestibilitas fisik dan emosional mereka. Menginduksi klien ke dalam keadaan hipnosis dengan teknik tertentu yang didasarkan pada interpretasi hail tes dan analisis dari masalah yang dihadapi klien. Dan bisa juga melatih klien untuk menghipnosis diri mereka sendiri."

Definisi diatas juga merupakan kutipan dari definisi hypnotherapist menurut George Kappas pendiri Hypnosis Motivation Institute. Lebih mudahnya bisa dibilang hipnoterapi adalah sebuah pendekatan terapi yang menggunakan fenomena hipnosis untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi seseorang.

Hipnoterapi memiliki banyak kegunaan yang sudah saya bahas di "Apa yang dapat ditangani dengan hypnosis?'. Yang perlu saya ingatkan adalah bahwa hipnoterapi bukanlah sebuah pil sihir yang dapat menyembuhkan seluruh masalah yang ada.

Seorang hipnoterapis yang baik akan menyadari bahwa tidak semua masalah dapat diselesaikan hanya dengan menggunakan metode hipnosis. Dental hypnotherapy atau hipnoterapi untuk pengobatan gigi tidak dilakukan dengan menidurkan pasien dan memberikan sugesti agar gigi pasien menjadi sehat dan lubang giginya menghilang. Dokter gigi menggunakan hipnosis untuk memberikan efek analgesia (menghilangkan rasa sakit) sehingga mempermudah operasi selanjutnya.

Saya sangat menyarankan baik klien maupun hipnoterapis untuk bekerja sama dengan dokter, psikolog dan juga psikiater untuk mencapai goal yang diharapkan. Hal ini sangat penting terutama untuk kasus yang bersifat klinis. Seorang hipnoterapis yang tidak ahli dalam menangani ADHD misalnya sebaiknya mereferensikan kliennya pada mereka yang memang ahli dalam menangani ADHD.


Keberuntungan dalam kesuksesan


Beberapa hari lalu saya berbincang dengan teman saya mengenai kesuksesan. Dalam perbincangan itupun dia mengatakan kalau sukses itu bukan karena keberuntungan. Saya setuju bahwa faktor untuk sukses itu bukan hanya keberuntungan. Namun, saya juga percaya keberuntungan memegang peran penting dalam kesuksesan seseorang.

Bill Gates dapat mendirikan Microsoft dan menjadi salah satu pria terkaya di dunia bukan hanya karena ia jenius dan rajin dan inisiatif. Ia terlahir di keluarga yang cukup mapan, ia bersekolah di satu dari sedikit sekolah yang memiliki pendidikan komputer, Ia juga beruntung pada masa itu pasar microcomputer baru dimulai dan akan berkembang, dan ia memiliki kemampuan untuk membuat program basic.

Jadi benarlah adanya bahwa kesuksesan Bill Gates sekarang ini sangat bergantung pada keberuntungan dia saat itu. Tapi, perlu kita ketahui juga bahwa pada saat itu bukan hanya Gates yang sekolah dengan pendidikan komputer, bukan hanya dia yang lahir pada jaman pasar microcomputer baru berkembang, dan tentunya bukan hanya dia yang bisa membuat bahasa BASIC.

Banyak sekali orang lain yang juga seberuntung Bill Gates, namun mereka tidak berhasil mengambil keberuntungan itu. Bila anda membaca cerita tentang sales alat kontraktor di artikel mengambil kesempatan dalam kesempitan maka anda pasti sadar juga bahwa beberapa orang memiliki keberuntungan yang luar biasa di depan mata mereka. Namun mereka tidak mengambil tindakan yang dapat mengubah keberuntungan tersebut menjadi kesuksesan bagi mereka.

Jim Collins pakar management penulis buku best seller good to great, memperkenalkan konsep Return on Luck (ROL)/ Imbal hasil dari keberuntungan pada buku terbarunya Great by Choice. Ia menemukan bahwa banyak perusahaan gagal bukan karena mereka tidak beruntung, melainkan karena kurangnya eksekusi yang baik.

Bill Gates dapat mendirikan Microsoft karena ia melihat sebuah kesempatan yang ada di depannya dan memutuskan untuk mengubah jalan hidupnya untuk mengambil kesempatan yang ia miliki. Saat ia mengambil jalan itu, dia tidak menunggu sampai dia lulus Harvard, dia drop-out dari sekolah, dan dengan temannya Paul Allen bekerja sama membuat BASIC. Sukses Bill Gates tidak terjadi dalam semalam, ia dengan persisten dan pantang menyerah terus mengembangkan usahanya selama dua dekade sampai akhirnya ia mencapai kesuksesan yang pantas didapatkan olehnya.

Dalam buku money magnet karya Adi W Gunawan pakar mind technology Indonesia mengatakan bahwa rumus sukses adalah

BE X DO = Success

Komponen BE adalah Impian, yakin, syukur, pasrah dan doa
Komponen DO adalah strategi terukur, pengetahuan, kecakapan, tindakan dan evaluasi.

Bila anda memiliki BE yang besar tanpa DO maka semua akan percuma. Karena berapapun dikalikan dengan 0 adalah 0. Untuk itu bila kita ingin memiliki ROL yang besar maka kita harus memiliki BE yang besar untuk mengarahkan diri pada kesuksesan yang kita inginkan dan DO yang baik untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Salam sukses,
Windalfin

Mengambil kesempatan dalam kesempitan

Tahun 2013 sudah berjalan dua minggu sejak beberapa dari kita mungkin membuat resolusi untuk menjadi lebih sukses. Mungkin ada yang ingin mendapat lebih banyak klien, menjual lebih banyak item, mendapatkan lebih banyak teman, atau lainnya lagi.

Sesuai hukum law of attraction kalau kita benar-benar menginginkannya dan benar-benar mengambil tindakan maka kesempatan akan datang kepada kita. Mungkin ini sulit dipercaya apalagi beberapa dari kita mungkin baru saja gagal mencapai beberapa resolusi tahun 2012 kita.

Melihat hal itu mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa kita gagal mencapai resolusi kita. Sebuah artikel Forbes bahkan menggunakan judul yang benar-benar mengejutkan "Bagaimana resolusi tahun baru anda akan gagal pada tanggal 1 Februari".

Tara Parker Pope menulis di NewYork Times bahwa kebanyakan orang tidak serius dengan resolusi mereka. Kebanyakan dari mereka membuang sepertiga dari resolusi pada bulan pertama dan empat dari  lima orang menyerah untuk mencapai resolusi mereka. "88 persen dari semua resolusi gagal  didapatkan" itulah hasil dari penelitian Richard Wiseman, psikolog inggris.

Dalam pembahasan di Wallstreet Journal ditemukan bahwa pembuatan resolusi ini banyak menggunakan fungsi  otak sadar kita yaitu keinginan (will power). Saya sempat menulis tentang will power di artikel Mencapai berat badan ideal part 4. Masalahnya dengan Will power adalah mereka seperti otot kita, jika dipaksakan pada akhirnya akan menjadi lemas. Lebih parahnya kekuatan will power sangat terbatas.

Sangat disayangkan bahwa bila kekuatan willpower kita habis saat dunia memberikan kita kesempatan. Saat seseorang sudah menyerah atau tidak lagi mengejar resolusi mereka dengan sungguh-sungguh maka mereka memiliki tendensi untuk tidak melihat kesempatan di depan rumah mereka.

Paulo Coelho dalam The Alchemist menggambarkan hal tersebut dengan cerita yang sungguh indah dan menakjubkan. Saya sangat menyarankan anda untuk membacanya. Saya teringat cerita salah satu dosen marketing saya mengenai seseorang yang meninggalkan kesempatan ratusan juta yang digeletakkan di depan matanya.

Orang itu adalah sales di sebuah perusahaan alat kontraktor yang cukup terkemuka di dunia. Siang itu dia sedang bertugas jaga dan masuk seorang bapak berpakaian terlalu santai mengarah ke lusuh. Melihat penampilan orang tersebut sales ini menghela nafas dan melayani bapak tersebut.

Bapak tersebut pun bertanya-tanya soal harga dan barang yang ada di katalog. Sales tersebut memandang kembali penampilan bapak tersebut dan cara bicaranya yang terlalu bebas ini. Ia kembali menghela nafas dalam hati dan menjelaskan dengan malas-malasan. Lebih parah lagi, dia memutuskan untuk meninggalkan bapak tersebut dengan alasan harus pergi sebentar.

Bapak ini setelah menunggu sebentar akhirnya kesal dan meninggalkan tempat tersebut. Ia pergi ke kantor pesaing perusahaan tersebut yang juga kebetulan berada di dekat sana. Saat ia sampai sales yang ada disana melihat orang itu dan berfikir wah jangan-jangan ini om-om kaya ala Bob Sadino nih. Dengan pemikiran itu maka ia melayani bapak tersebut dengan antusias.

Alhasil akhirnya bapak tersebut teken kontrak dan mengatakan dia ingin ambil langsung barangnya sekarang. Sales tersebut terkejut dan langsung menyetujuinya. Maka pulanglah bapak tersebut dengan berbagai alat kontraktor di belakangnya. Lebih asiknya lagi bapak tersebut menyuruh supir untuk melewati kantor pertama yang ia kunjungi. Dia membunyikan klaksonnya berkali-kali di depan kantor itu. Sales yang berada di sana hanya bisa terdiam melihat kesempatan ia raib karena kesalahan kecil yang dia lakukan.

Seorang yang mengset resolusinya dengan benar, mungkin melakukan afirmasi setiap hari. Mengingatkan dirinya untuk selalu berusaha mengejar resolusi tersebut. Pada akhirnya akan ditawarkan kesempatan dalam hidupnya. Dan saat kesempatan itu datang maka ia akan mampu bertindak sejalan dengan resolusi yang ia miliki.

Salam sukses,
Windalfin

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review