"YANG PUTIH ATAU YANG HITAM?"

Seorang gembala sedang menggembalakan dombanya. Seorang yang
lewat berkata, "Engkau mempunyai kawanan domba yang bagus.
Bolehkan saya mengajukan beberapa pertanyaan tentang
domba-domba itu?" "Tentu," kata gembala itu. Orang itu
berkata, "Berapa jauh domba-dombamu berjalan setiap hari?"
"Yang mana, yang putih atau yang hitam?" "Yang putih." "Ah,
yang putih berjalan sekitar enam kilometer setiap hari."
"Dan yang hitam?" "Yang hitam juga."

"Dan berapa banyak rumput mereka makan setiap hari?" "Yang
mana, yang putih atau yang hitam?" "Yang putih." "Ah, yang
putih makan sekitar empat pon rumput setiap hari." "Dan yang
hitam?" "Yang hitam juga." "Dan berapa banyak bulu yang
mereka hasilkan setiap tahun?" "Yang mana, yang putih atau
yang hitam?" "Yang putih." "Ah menurut perkiraan saya, yang
putih menghasilkan sekitar enam pon bulu setiap tahun kalau
mereka dicukur." "Dan yang hitam?" "Yang hitam juga."

Orang yang bertanya menjadi penasaran. "Bolehkah saya
bertanya, mengapa engkau mempunyai kebiasaan yang aneh,
membedakan dombamu menjadi domba putih dan hitam setiap kali
engkau menjawab pertanyaanku?" Gembala itu menjawab, "Tentu
saja. Yang putih adalah milik saya." "Ooo, dan yang hitam?"
"Yang hitam juga," kata gembala itu.

Pikiran manusia membuat pemisahan-pemisahan yang bodoh, yang
oleh Sang Kasih dilihat sebagai satu.

(DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Introduction to Meditation




Ini adalah artikel lama yang sempat saya tulis sebagai catatan pribadi, rangkuman kecil mengenai introduksi meditasi. Rangkuman ini sangat tidak lengkap, tapi dapat dibaca sebagai permulaan dari mengenal meditasi.

Dikatakan bahwa Buddha mencapai penerangan sempurna melalui meditasi. Dalam Buddhism terdapat sangat banyak sekali cerita mengenai praktik meditasi, contohnya? Cari sendiri aja kan banyak hehehe. Kebanyakan Buddhist melakukan meditasi sebagai salah satu jalan untuk mencapai pencerahan. Dapat dikatakan bahwa dalam literatur buddhism meditasi dijelaskan dengan dua kata yaitu bhāvanā and jhāna. bhāvanā secara literal berarti menguatkan, mengembangkan atau membangun. Dan jhāna adalah pencerapan.

Terdapat banyak teknik meditasi yang ada di dunia ini. Dalam literatur Theravada terdapat minimal 50 teknik meditasi, sedangkan dalam tibetan terdapat ribuan teknik meditasi. Dalam artikel ini teknik yang dipakai adalah teknik yang diajarkan oleh Ajahn Brahm. Dalam bukunya Mindfulness, Bliss and Beyond: A Meditator Handbook (Superpower Mindfulness). Ia menyampaikan bahwa terdapat 4 tahap awal dalam meditasi yaitu:
1. Kesadaran saat ini
2. Kesadaran hening saat ini
3. Kesadaran hening saat ini pada nafas
4. Perhatian sinambung penuh pada nafas

Dimulai dari kesadaran saat ini dimana kita melepaskan masa lalu dan masa depan yang ada dipikiran kita. Sering kali kita terlalu banyak berpikir mengenai masa lalu dan masa depan, misalnya saat besok ingin sidang, kepikiran besok UAS bagaimana yah? Nanti keluar soal yang susah-susah bagaimana yah? Atau misalnya berpikir, pertengkaran dengan teman kemarin. Hal ini berarti kita hidup dimasa lalu atau dimasa depan. Sebelum mulai meditasi maka kita melepaskan masa lalu dan masa depan yang ada dalam pikiran kita, dan cukup hidup pada masa kini lupakan bahwa kita punya masa lalu, lupakan juga bahwa kita punya masa depan selama kita bermeditasi, cukup nikmati saja meditasi tersebut. Setelah melepaskan hal tersebut maka kita telah melewati tahap 1 dan masuk ke tahap 2 dimana kita masuk ke dalam tahap kesadaran hening pada saat ini. Kesadaran hening maksudnya adalah tidak berkomentar, kadang-kadang saat kita mendapat input kita selalu berpikir, “oh, itu bagus” atau “saya tidak setuju” atau “menyenangkan” atau lainnya lagi. Yang dimaksud dengan kesadaran hening adalah cukup diam dan mengawasi tanpa berkomentar apapun terhadap apa yang ada. Dikatakan dalam literatur bahwa keheningan lebih berguna dalam mencapai kebijaksanaan dan kejernihan pikiran dibandingkan berpikir. Keheningan adalah sebuah keadaan yang menyenangkan dan penuh sukacita. Jika telah melewati kedua tahap ini, maka dapat dikatakan telah melewati jalan yang panjang dalam meditasi.

Tahap selanjutnya adalah kesadaran hening saat ini pada nafas, sederhananya pikiran manusia dapat memikirkan beberapa hal sekaligus, yaitu sekitar 7 plus/minus 2. Dalam tahap ini kita memutuskan untuk memperhatikan satu hal saja yaitu nafas. Setelah melewati kedua tahap diatas maka anda akan menyadari bahwa akan sangat mudah untuk memindahkan perhatian hanya kepada nafas saja.

Salah satu masalah dalam memerhatikan nafas adalah kebiasaan untuk mengontrol nafas saat sedang menarik atau menghela nafas. Untuk melewati kendala ini maka bayangkan bahwa kita sedang naik mobil. Lihatlah bahwa kita bukanlah pengemudi mobil tersebut bahkan tidak didalam mobil tersebut, kita hanya mengawasi mobil tersebut dari luar. Jadi tidak perlu mengontrolnya, cukup perhatikan saja.

Tahap ke empat adalah tahap dimana kita berfokus penuh pada nafas secara keseluruhan, dimana kita sadar saat nafas dimulai, saat nafas keluar, dan saat jeda antar nafas kita menyadari hal itu sebagai jeda sebelum nafas berikutnya ditarik. Dimulai tarikan nafas sampai helaan nafas dan tarikan nafas selanjutnya semua kita sadari dengan hening dan kekinian. Dan ini pun dapat berlangsung lama tanpa halangan. Hal ini tak dapat dicapai dengan kekuatan, keinginan yang kuat saja. Hanya dengan melepaskan semua yang terjadi didunia kecuali fokus pada nafas barulah tahap ini akan tercapai dengan sendirinya, tanpa usaha cukup dengan memperhatikan saja.

4 tahap ini disebut batu loncatan dalam meditasi oleh Ajahn Brahm karena ditahap inilah kita akan dapat merasakan indahnya meditasi. Saat mencapai tahap 4 maka nafas akan mulai menghilang karena kita mulai berfokus pada ketenangan, kebebasan dan kebahagiaan.
Setelah melewati 4 tahap ini maka tahap berikutnya menurut Ajahn Braham adalah
5. Perhatian berkesinambungan pada nafas yang indah
6. Mengalami nimitta yang indah
7. Jhana

Ketiga tahap ini tidak akan dijelaskan di artikel ini, silahkan selanjutnya dibaca dibuku Ajahn Brahm Superpower Mindfulness.

salam,
Windalfin, CHt

Mini Ebook untuk membantu berhenti merokok

Karena terdapat permintaan untuk menuliskan artikel mengenai berhenti merokok, maka saya pun mulai menulis, tidak terasa ternyata ujung-ujungnya saya tulis kepanjangan untuk itu, saya bagikan dalam bentuk mini ebook saja. silakan di download dan dinikmati.



Berhenti_Merokok-maknyos.com.pdf - 424 Kb

salam,
Windalfin

update on blog: terdapat menu baru dikanan untuk menunjukkan pelatihan terdekat saya.

Apakah saya kena hipnotis?


Kemarin saya mendapat pertanyaan dari teman saya "Saya ambil sesi dengan seorang hipnotis, lalu saat saya dihipnosis, kok saya merasa masih sadar dan bisa memutuskan apa yang ingin saya katakan, apa yang tidak ingin saya katakan? apakah benar saya sudah terhipnosis?" pertanyaan ini merupakan pertanyaan klasik, banyak sekali orang yang datang ke sesi hypnosis dan keluar bertanya-tanya apakah mereka telah dihypnosis, apakah sesi tersebut berhasil atau gagal, jangan-jangan mereka sudah mengeluarkan uang untuk sebuah 'tipuan' massal.

Banyak orang yang berpikir bahwa saat mereka dihypnosis mereka akan menjadi tidak sadar, bahkan dalam salah satu terapi saya, saya dengan cepat membawa sebuah grup ke keadaan Somnambulism (keadaan hypnosis yang dalam) dan mereka sama sekali tidak menyadari mereka sudah mencapai keadaan tersebut sampai saya memperlihatkan fenomena anesthesia (tidak merasakan sakit) dan fenomena lainnya. Bukankah ini aneh sekali, kita bisa memasuki hypnosis tanpa kita sadari, dan bahkan dengan perasaan bahwa kita masih sadar. Pernahkah anda sedang menonton sesuatu, lalu saat teman anda memanggil anda, tiba-tiba anda terkejut, seakan-akan anda sadar kembali? pertanyaannya apakah saat menonton film tersebut anda sedang tidak sadar atau anda sedang sadar? Anggapan saat terhypnosis kita tidak sadar mungkin saja terjadi karena anggapan orang bahwa Subconscious atau pikiran bawah sadar merupakan pikiran yang berbeda dengan conscious mind atau pikiran sadar kita. Anggapan ini mungkin karena terjemahan Subconscious mind sebagai pikiran BAWAH sadar, sehingga orang beranggapan bahwa saat kita mengakses subconscious mind kita menjadi TIDAK sadar. alasan lainnya mungkin karena kata 'tidur' yang sering digunakan dalam hypnosis, sehingga orang mengira bahwa hypnosis identik dengan tidur.

Allen Carr dalam bukunya, "Easy Way to Stop Smoking" saat ia ingin berhenti merokok, ia dipaksa pergi ke hypnotherapist sambil merasa skeptik dengan hypnosis, diterapi, lalu ia keluar dengan merasa tidak terhipnosis sama sekali, alasannya ia masih bisa berpikir saat dalam sesi terapi dan beberapa minggu kemudian ia terkejut sejak hari itu ia tidak menyentuh sebatang rokok pun. Dan memang itu kenyataannya, saat anda berada dalam keadaan hypnosis, anda dapat berpikir seperti biasa bila anda mau. Saat kita mengalami hypnosis kita bukannya tidak sadar, melainkan bisa sangat sadar dan semakin dalam hypnosis semakin kita bukan semakin tidak sadar, melainkan semakin dalam kita masuk ke keadaan hypnosis, semakin diri kita dapat menerima sugesti yang kita inginkan.

Lalu apa itu hypnosis kalau bukan tidur lalu dicuci otak? Definisi hipnosis menurut Dave Elman dan sekaligus yang telah diakui oleh dunia dan paling banyak dipakai adalah bypass of critical faculty and establishment of selected thinking atau menembus pemikiran kritis dan menciptakan pemikiran yang dipilih. Disana sepertinya ada kata yang kurang..., yak benar, disana tidak ada sedikitpun kata 'relaksasi'. dan betul sekali hypnosis sama sekali tidak ada hubungannya dengan relaksasi, selama terjadi bypass dari pemikiran kritis dan tercipta pemikiran yang terpilih, saat itu anda ada didalam kondisi hypnosis. Saat anda mendengar seorang pendeta, bikkhu, romo, motivator, trainer, guru dan saya (iseng saja) berbicara, dan saat anda menerima apa yang mereka katakan sebagai kenyataan, saat itu mungkin saja anda sudah terhypnosis oleh mereka. gak ada rileks-rileks an atau teriakan kata "tidur".

Karena itu tidak aneh, kalau anda sudah datang ke terapis, dan saat anda diterapi anda tidak merasa terhypnosis sama sekali. Hal ini mungkin terjadi karena tidak adanya convincer atau tes kedalaman yang overt atau terang-terangan. Dalam sebuah sesi terapi biasanya ada yang namanya convincer, apa itu convincer? convincer adalah sebuah teknik yang digunakan untuk memberitahu subjek bahwa ia sedang mengalami sesuatu. Contoh convincer yang paling sering digunakan adalah arm catalepsy, arm levitation, dan eye locking. convincer favorit saya adalah anesthesia. sempat dalam sebuah pelatihan dan terapi grup saya dijuluki tukang cubit, karena saya terlalu sering mencubit tangan orang untuk memperlihatkan bagaimana anesthesia dapat didapatkan dengan begitu mudahnya hanya dalam hitungan detik.

Nah, tentunya anda akan lebih merasa terhypnosis bukan kalau anda tidak dapat membengkokkan tangan anda saat anda dalam terapi, atau anda tidak dapat membuka mata anda saat terapi. mungkin bila anda merasakan itu anda mulai bertanya-tanya "apakah saya sudah terhypnosis, saya tidak tahu, tapi saya tidak bisa mengbengkokkan tangan saya, sesuatu sedang terjadi disini, baik itu hypnosis atau bukan, yang pasti ada sesuatu yang terjadi."

Lalu jawaban bagaimana saya tahu, saya sudah terhypnosis atau belum? Jawabannya, anda sebenarnya mengalami hypnosis setiap kali anda menciptakan sebuah pemikiran baru, dan anda keluar masuk trance setiap hari. Sedangkan dalam ruang terapi, adalah tugas terapis untuk membuat anda merasa terhypnosis. Tidak ada sebuah tanda yang menunjukkan telah terjadinya hypnosis kecuali perubahan yang anda rasakan. Jika anda mengatakan tanda-tanda seperti REM, suhu tubuh menjadi hangat, banyak menelan ludah, bibir terasa kering dan lainya, hal ini merupakan tanda-tanda dari trance, bukan hypnosis.

Saya tidak akan menjelaskan permodelan pikiran di sini karena akan terlalu panjang, sementara sampai di sini dulu ditutup, semoga sharing ini bermanfaat, jika ada pertanyaan, anda boleh tinggalkan pesan di kotak komen di bawah, atau yang kenal saya bisa langsung menghubungi saya.

Terima kasih, maaf bila ada kesalahan kata-kata
Windalfin, SE, CHt, CI




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review